Tips pengelolaan efek samping

Efek samping biasanya terjadi begitu memulai pengobatan anti-HIV baru, namun kemudian berkurang atau hilang sama sekali setelah beberapa minggu. Di kala lain efek samping bertahan selama obat tersebut digunakan.

Banyak gejala yang berkenaan dengan efek samping obat juga merupakan keadaan yang dihadapi orang ketika mereka memiliki kondisi kesehatan lainnya. Hal ini dapat termasuk infeksi, ketimpangan hormonal, kehamilan, depresi atau HIV.

Setiap anda mengalami gejala, penting untuk dibicarakan dengan dokter agar dapat didiagnosa penyebabnya. Namun, seberapa parah atau kekalnya efek samping, ada beberapa hal yang dapat anda coba untuk mengelolanya.

Efek samping yang dibicarakan di sini hanyalah yang diakibatkan oleh obat.


Kelelahan


Rasa lelah bukanlah sesuatu yang aneh, terutama bila hidup anda sangat sibuk. Suatu perasaan lelah yang tidak hilang dengan istirahat merupakan masalah. Apabila dibiarkan, rasa lelah ini dapat menjadi lebih parah.

Gejala kelelahan dapat secara fisik -- seperti kesulitan bangun dari tempat tidur atau jalan naik tangga. Gejala tersebut dapat pula psikologis -- seperti kesulitan konsentrasi. Kelelahan dapat juga menjadi gejala efek samping obat lainnya - anemia. 

Mengelola kelelahan diawali dengan pengakuan. Apabila anda merasa kelelahan, tanyakan pada diri sendiri: sudah berapa lama anda merasa lelah? Apakah ada kegiatan yang sulit hari ini yang bukan menjadi masalah beberapa bulan yang lalu? Apakah anda kesulitan berkonsentrasi? Apakah anda kesulitan tidur atau tidur lebih dari biasanya? Semakin banyak informasi yang dapat anda berikan pada dokter mengenai fisik, psikologis dan kebiasaan sehari-hari anda, semakin besar kemungkinan kalian untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk masalah kelelahan anda.

Tips:

 


Ruam


Ruam sepertinya efek samping yang lebih sering terjadi pada perempuan yang mengkonsumsi medikasi anti-HIV daripada laki-laki, walaupun ruam juga terjadi pada laki-laki. Nevirapine (Viramune) dan nelfinavir (Viracept) sepertinya merupakan penyebab utamanya, namun penelitian lebih lanjut mengenai ruam pada perempuan yang mengkonsumsi obat-obatan anti-HIV lain masih dibutuhkan.

Perlu diperhatikan bahwa ruam tidak hanya terjadi lebih banyak pada perempuan, namun bahwa perempuan sepertinya cenderung mengalami ruam yang sangat parah. Sangatlah penting untuk mengamati apakah kulit anda berubah warna dan apakah ada perubahan pada permukaan kulit, khususnya setelah memulai pengobatan baru. 

Tips:

 


Neuropati Perifer


Neuropati perifer disebabkan oleh kerusakan pada syaraf. Kerusakan itu dapat menyebabkan perasaan seperti terbakar, menusuk-nusuk, kekakuan, rasa geli atau kebal pada kaki, jari-jari kaki atau tangan.

Perasaan seperti ini dapat ringan atau cukup parah sehingga menghambat orang untuk berjalan. Neuropati perifer dapat disebabkan oleh HIV atau sebagai efek samping beberapa jenis obat anti-HIV atau obat infeksi oportunistik.

Pengobatan neuropati perifer biasanya termasuk penghentian atau pengurangan dosis obat yang menyebabkan. Biasanya hal ini dapat menghilangkan gejala.

Namun, tidak ada obat yang dapat memulihkan kerusakan yang telah terjadi pada syaraf. Bicarakan dengan dokter anda bila anda mengalami gejala neuropati perifer. Bila neuropatinya parah, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter yang spesialisasi pengelolaan rasa sakit.

Tips:

 


Diare


Selain mengganggu, hal yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa diare dapat menyebabkan dehidrasi. Maka hal yang pertama kali harus dilakukan adalah mengembalikan cairan tubuh yang hilang dengan meminum banyak cairan, seperti Gatorade, ginger ale, kaldu ayam atau daging, teh herbal atau air putih. Diare kronis dapat menyebabkan kehilangan berat badan. Makanan yang memberi nutrisi, kalori, dan menyerap cairan (seperti pisang, nasi, applesauce dan roti bakar) merupakan alat yang baik untuk mengendalikan diare.

Obat-obat diare juga dapat membantu. Seperti juga mengkonsumsi laksatif seperti Metamucil. Suplemen nutrisi seperti L-Glutamine, Provir atau Shaman Botanicals-Normal Stool Formula (SB-NSF) dapat juga membantu, namun mungkin mahal.

Tips:

 


Mulut kering


Mulut kering dapat menyebabkan kesulitan meminum obat. Kondisi ini sangat tidak nyaman, dan membuat sulit mengunyah, menelan dan berbicara. Mulut kering dapat berdampak pada indera perasa dan mengakibatkan masalah mulut, seperti kerusakan gigi dan sariawan.

Cara mengatasi mulut kering dapat sesederhana meminum banyak cairan selama atau di antara makan. Hindari makanan yang banyak gula dan lengket atau minuman yang berkafein karena akan menyebabkan mulut anda semakin kering. Mengunyah permen karet tanpa gula dapat menstimulasi aliran liur. Apabila hal ini tidak berhasil, dokter anda dapat memberi resep obat untuk liur sintetis atau obat anti-mulut kering, seperti pilocarpine.

Tips:

 


Sakit kepala


Penyebab paling umum sakit kepala adalah stress, sesuatu yang kebanyakan orang akan mengalami pada suatu saat! Pengobatan, termasuk obat anti-HIV, dapat juga menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala biasanya hanya rasa sakit dan dapat dikurangi dengan obat-obat tanpa resep seperti aspirin, asetaminofen, ibuprofen, atau sodium naproxen. Sakit kepala dapat pula diringankan, dan dicegah, dengan mengurangi stress. 

Tips:

 


Rambut rontok


Kebanyakan orang mengalami rambut rontok seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini normal dan berdampak lebih banyak pada sebagian orang daripada yang lain, khususnya bila ada sejarah kebotakan dalam keluarga. Tapi mengalami rambut rontok dapat sangat mengganggu dan mempengaruhi percaya diri seseorang.

Rambut yang rontok secara mendadak atau tidak normal dapat disebabkan oleh beberapa jenis obat (seperti beberapa yang digunakan untuk mengobati HIV, kanker, kelainan peredaran darah, maag atau rematik). 

Tips:

 


Anemia


Anemia adalah sel darah rendah yang rendah. Sel-sel tersebut membawa oksigen ke berbagai tempat dalam tubuh anda. Ketika tubuh anda kekurangan oksigen, anda akan merasa lelah. Anemia yang berkelanjutan atau parah dapat merusak tubuh. Kebanyakan orang dengan HIV mengalami anemia. HIV dapat menyebabkan anemia. Seperti juga berbagai obat untuk HIV, seperti AZT (Retrovir). Untuk perempuan, masalah dengan menstruasi dapat juga menyebabkan atau bergejala anemia. 

Untuk memonitor anemia, lakukanlah tes darah sedikitnya tiga bulan sekali, bahkan bila anda tidak mengkonsumsi obat anti-HIV. Perubahan pada diet atau mengkonsumsi suplemen nutrisi dapat mengurangi resiko anemia. Menggunakan medikasi untuk memperbaiki anemia ringan (Procrit, Epogen) juga dapat membantu. Dalam beberapa kasus, menghentikan atau mengubah obat penyebab anemia mungkin diperlukan. Anemia yang parah perlu diobati dengan transfusi darah.

Tips:

 


Mual dan muntah


Perasaan mual dan keinginan untuk muntah berbeda-beda pada tiap orang. Kedua gejala tersebut seringkali terjadi bersamaan. Beberapa obat tertentu yang digunakan untuk mengobati HIV atau kondisi yang berkenaan dengan HIV dapat menyebabkan mual.

Muntah-muntah yang berkepanjangan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, seperti dehidrasi, ketimpangan zat dan bahkan koyaknya esofagus (tenggorokan). Hubungi dokter bila anda muntah-muntah sepanjang hari atau bila mual atau muntah berkepanjangan dan/atau menghambat anda untuk minum obat. 

Tips:

 


Kehilangan berat badan


Kehilangan berat badan dapat menjadi masalah serius dalam HIV. Hal ini dapat terjadi akibat beberapa jenis efek samping seperti muntah, mual, mulut kering, anemia, atau kelelahan.

Sayangnya, walaupun tanda-tanda kehilangan berat badan nampak secara jelas, jarang orang merasa hal itu merupakan masalah. Bahkan, banyak perempuan HIV-positif yang kehilangan berat badan akibat masalah HIV dipuji karena mereka "tampak cantik".

Apabila anda kehilangan berat badan dan hal itu bukan karena adanya perubahan diet atau olahraga untuk tujuan itu, hal itu tidak baik. Bicarakan dengan dokter untuk mengidentifikasi penyebab adalah sangat penting untuk mengobati kehilangan berat badan yang tidak diinginkan.

Tips:

 


Masalah menstruasi


Masalah menstruasi itu biasa pada tiap perempuan, tapi khususnya pada perempuan dengan sistim kekebalan tubuh yang lemah. Masalah-masalah ini termasuk menstruasi yang tidak tetap, lebih berat, lebih ringan dan/atau menyakitkan atau terjadinya penghentian sama sekali. Masalah dengan menstruasi dapat merupakan efek samping dari beberapa obat. Baru-baru ini diketahui bahwa perdarahan menstruasi yang terlalu banyak disebabkan oleh penggunaan ritonavir (Norvir). 

Lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk menentukan obat anti-HIV mana yang berdampak pada menstruasi. Sementara itu, anda sebaiknya memonitor jadwal menstruasi anda, perhatikan tiap perubahan, khususnya pada awal penggunaan obat anti-HIV baru.

Tips:

[Sumber: Project Inform]

Trackback URL for this post:

http://www.odhaindonesia.org/trackback/239