Mitos-mitos HIV/AIDS

Ketika pertama kali dikenal, AIDS merupakan penyakit yang sangat misterius. AIDS mengakibatkan kematian banyak orang. Hingga kini masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab mengenai penyakit ini. Banyak orang yang bereaksi dengan ketakutan dan mencari-cari alasan untuk ketakutan mereka dengan menyebarkan berbagai cerita. Kebanyakan dari cerita-cerita ini adalah betapa mudahnya penularan HIV. Kebanyakan dari cerita-cerita tersebut tidak benar. 

 

Mitos tentang penularan

Banyak orang percaya bahwa HIV dan AIDS dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, dengan minum dari gelas yang sama dengan orang dengan AIDS, dengan bergaul sehari-hari dengan orang dengan AIDS yang batuk, dengan memeluk atau mencium orang dengan AIDS, dan seterusnya. Penularan hanya dapat terjadi bila seseorang terekspos darah, cairan mani, cairan vagina atau air susu ibu dari orang yang terinfeksi. Tidak pernah ada bukti bahwa penularan dapat terjadi melalui air mata atau air liur orang yang terinfeksi.

 

Mitos mengenai kesembuhan

Terinfeksi HIV merupakan pengalaman yang sangat menakutkan. Perjalanan penyakit ini juga tidak dapat diperkirakan. Terkadang orang jatuh sakit hanya dalam beberapa bulan setelah terinfeksi. Lainnya dapat hidup sehat selama 20 tahun atau lebih. Pengobatan juga bisa sulit untuk dilakukan, dengan efek samping yang mungkin berat. Tidak semua orang mampu membayar pengobatan. Maka tidaklah mengherankan bahwa banyak penipu yang mencoba menjanjikan "obat" untuk AIDS yang terdiri dari berbagai zat. Sayangnya tidak satupun dari "obat" ini yang berhasil.

Satu mitos yang sangat tidak menguntungkan di beberapa tempat di dunia adalah bahwa AIDS dapat diobati dengan berhubungan seks dengan gadis perawan. Sebagai dampaknya banyak gadis-gadis yang terinfeksi HIV dan AIDS. Tidak ada bukti untuk mendukung kepercayaan ini. 

 

AIDS adalah vonis mati

Di tahun 1980an, tingkat kematian akibat AIDS sangat tinggi. Namun, obat-obatan kini telah berkembang dengan pesat sehingga dapat memperpanjang usia orang dengan infeksi HIV. Apabila anda memiliki akses terhadap ARV dan terhadap monitoring kesehatan, tidak ada alasan bagi anda untuk tidak hidup panjang walaupun dengan infeksi HIV atau AIDS.

 

Mitos mengenai pengobatan

Sangatlah sulit bagi dokter untuk meresepkan pengobatan anti-HIV (ARV) yang terbaik bagi pasiennya. Ketika pertama dikembangkan, obat-obatan HIV harus dikonsumsi tiga kali sehari. Banyak obat yang memiliki ketentuan sulit mengenai penyimpanan, atau jenis makanan apa yang harus dikonsumsi berbarengan dengan obat tersebut (atau juga seberapa lama anda harus menunggu setelah makan sebelum minum obat). Namun kini kenyataan ARV telah jauh lebih baik. Namun tetap saja muncul banyak mitos:

[Sumber: AIDS InfoNet]

Trackback URL for this post:

http://www.odhaindonesia.org/trackback/3