Lupakan apa yang anda pernah dengar tentang pengobatan HIV. Pengobatan HIV di tahun 2006 jauh lebih maju dari apa yang pernah ada dua tahun sebelumnya. Pengobatan baru yang penting, serta pengobatan yang terdahulu yang telah teruji keampuhannya kini dapat dikonsumsi dengan frekwensi lebih jarang serta dengan efek samping yang lebih ringan.
Untuk memastikan perlu tidaknya anda segera memulai pengobatan HIV, dokter anda akan melakukan dua jenis tes darah:
Berdasarkan hasil tes viral load dan CD4, anda dan dokter anda akan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai seberapa jauh perkembangan HIV dalam tubuh anda, dan kapan anda sebaiknya memulai pengobatan HIV.
Secara umum anda sebaiknya mengunjungi dokter anda setiap tiga hingga enam bulan untuk melihat perkembangan HIV dalam tubuh anda.
[Sumber: TheBody.com]
Para dokter masih belum sepakat mengenai kapan waktu yang terbaik untuk memulai pengobatan HIV, yang juga disebut terapi antiretroviral. Anda dan dokter anda harus memutuskan hal ini bersama, namun terdapat beberapa panduan yang dapat digunakan. Panduan-panduan ini secara berkala diperbarui dan bukan merupakan pedoman ketat. Panduan-panduan ini hanyalah bersifat saran yang dibuat berdasarkan penelitian terbaru.
Menurut rekomendasi WHO, orang dewasa dan remaja dengan HIV sebaiknya memulai terapi antiretroviral ketika:
Apabila tes CD4 tidak dapat dilaksanakan, maka terapi antiretroviral sebaiknya dimulai ketika:
Begitu anda memulai pengobatan HIV, anda harus menggunakannya untuk waktu yang sangat lama, oleh karena itu anda dan dokter anda harus memastikan apakah anda telah benar-benar siap sebelum anda memulai pengobatan. Dengan demikian anda dapat menunda kemungkinan efek samping obat dan benar-benar memanfaatkan keampuhan efek awal pengobatan terhadap HIV dalam tubuh anda.
Jumlah T-sel, juga disebut jumlah CD4, mengungkapkan jumlah sel-sel T dalam tubuh anda. T-sel merupakan sel darah putih khusus yang semakin banyak anda miliki semakin kuat sistim kekebalan tubuh anda. Ketika anda terinfeksi HIV, virus tersebut masuk ke dalam beberapa T-sel anda. Ketika T-sel yang telah terinfeksi HIV ini bereplikasi, sel-sel tersebut juga mereplikasi dan memperbanyak HIV. HIV dapat juga merusak T-sel, serta juga sel-sel lain di sekelilingnya. Setelah hidup dengan HIV selama beberapa waktu (bila anda tidak melakukan pengobatan) jumlah T-sel dalam tubuh anda biasanya akan menurun. Ini adalah tanda bahwa sistim kekebalan tubuh anda mulai melemah. Semakin rendah jumlah T-sel anda, semakin besar risiko anda untuk jatuh sakit. Jumlah T-sel normal untuk orang tanpa HIV biasanya antara 500 hingga 1,600.
Tingkat viral load menunjukkan banyaknya HIV yang beredar dalam darah anda. Semakin banyak HIV dalam sistim anda, semakin cepat penurunan jumlah T-sel anda. Hal ini membuat viral load menjadi alat prediksi yang cukup baik untuk memperkirakan permasalahan-permasalahan kesehatan yang mungkin terjadi bila anda tidak melakukan pengobatan. Tes viral load juga bermanfaat untuk mengukur keberhasilan pengobatan HIV yang anda lakukan.
Jumlah viral load mengukur jumlah HIV dalam satu mililiter (mL) darah. Tes-tes viral load yang ada sekarang mampu mendeteksi paling sedikit 50 HIV per mililiter darah. Ketika anda memiliki kurang dari 50 HIV per mL, maka dokter anda akan mengatakan bahwa viral load anda "tidak terdeteksi". Hal ini tidak berarti HIV tidak ada lagi dalam tubuh anda. Jadi walaupun anda "tidak terdeteksi", anda tetap dapat menularkan HIV ke orang lain.
|
MULAI GAYA HIDUP SEHAT SEBELUM PENGOBATAN |
| Anda mungkin ingin merubah gaya hidup anda bahkan sebelum anda memulai pengobatan. Kini saatnya untuk mulai makan sehat, olah raga, dan berhenti merokok, minum minuman keras, dan penggunaan napza. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa merokok dapat sangat berisiko bagi orang dengan HIV. Sebelum anda memasukkan sesuat dalam tubuh, pertimbangkan baik-buruknya dalam upaya penanggulangan anda melawan HIV. Anda perlu mempertahankan dan memperkuat sistim kekebalan tubuh anda. Bila anda mengkonsumsi obat-obatan, vitamin atau suplemen -- baik dengan resep maupun yang dijual bebas -- pastikan anda menginformasikan dokter anda sehingga anda dapat menghindari interaksi berbahaya dengan pengobatan HIV. Sebagai contoh, antihistamin, pil KB dan napza diketahui memiliki interaksi berbahaya dengan obat HIV. Bahkan beberapa jenis jamu-jamuan dapat mengurangi kekuatan pengobatan HIV |
[Sumber: TheBody.com]
Begitu dokter anda menyarankan untuk memulai pengobatan, sangatlah penting untuk mempertimbangkan bagaimana pengobatan tersebut dapat mempengaruhi hidup anda. Apakah anda sudah siap -- secara mental maupun fisik? Ingat: Dokter akan mengatakan bahwa anda harus mengkonsumsi obat-obatan anda sesering 95 persen waktu untuk dapat mengendalikan HIV. Hal ini berarti anda harus memastikan bahwa konsumsi obat menjadi bagian inti dari kehidupan anda sehari-hari.
Pastinya komitmen seperti ini sangat sulit. Namun anda akan memiliki kemungkinan yang baik untuk mengendalikan HIV melalui kombinasi pertama obat-obatan yang tepat untuk anda. Bila kombinasi ini berhasil menekan virus, dan anda harus mengkonsumsi tiap butir pil yang diresepkan, anda mungkin tidak perlu merubah jenis pengobatan untuk waktu yang lama.
Apa yang terjadi bila anda tidak selalu dapat tepat waktu mengkonsumsi obat? Hal ini dapat menyebabkan kombinasi pertama pengobatan anda gagal. Jika hal ini terjadi, akan menjadi semakin sulit untuk mengendalikan HIV. Maka sangatlah penting untuk menentukan kombinasi obat yang dapat anda tepati, sebelum memulai pengobatan.
Beberapa pertimbangan:
Satu hal yang pasti: Memulai pengobatan akan merubah hidup anda. Tiba-tiba anda akan memiliki kewajiban baru. Anda harus selalu mengawasi waktu, jadwal keseharian anda dan perubahan dalam rutinitas anda. Dalam beberapa kasus anda mungkin harus menjadwalkan minum obat berdekatan dengan waktu makan atau mengkonsumsinya dengan atau tanpa jenis-jenis makanan tertentu. Anda harus selalu ingat untuk membawa pil-pil anda saat bepergian di malam hari atau untuk berakhir pekan. Walaupun anda merasa depresi atau sibuk, anda tetap harus mengkonsumsi obat-obatan anda persis seperti diresepkan setiap hari. Maka, sebelum anda mulai, anda harus bertanya pada diri sendiri: "Siapkah saya?"
Semua obat punya efek samping -- bahkan juga aspirin. Tidak semua orang mengalami efek samping dari obat HIV, yang dapat bervariasi dari ringan hingga parah. Karena anda benar-benar ingin kombinasi pertama yang anda gunakan merupakan yang terbaik, bicarakan dengan dokter dan baca segala informasi mengenai kemungkinan efek samping obat yang hendak anda gunakan. Ini tidak hanya akan membantu anda untuk mengelola efek samping saat terjadi, namun juga membantu anda memperkirakan jenis obat yang efek sampingnya dapat anda kendalikan.
Bila anda merasa depresi, menggunakan napza atau hidup di atas sofa teman, sangat tidak realistis untuk berasumsikan anda akan mampu patuh mengkonsumsi obat. Maka pastikan bahwa anda telah mengatur hidup anda sebelum memulai pengobatan. Dengan demikian akan lebih mudah bagi anda untuk patuh dengan pengobatan. Dukungan orang lain juga akan sangat penting. Akan sangat membantu bila anda memiliki teman, keluarga atau seorang terapis yang anda dapat percaya selagi anda menjalani pengobatan -- terutama di masa awal ketika anda masih beradaptasi.
[Sumber: TheBody.com]
Kini terdapat banyak obat-obatan yang telah diakui untuk HIV. Sayangnya, tidak satupun dari obat-obatan ini mampu menyembuhkan HIV, dan tidak ada obat yang mampu efektif bila dikonsumsi sendirian (satu pil saja). Tapi bila beberapa obat (biasanya tiga butir) dikonsumsi dalam suatu kombinasi, obat-obatan tersebut mampu mengendalikan jumlah virus dalam tubuh serta mempertahankan kesehatan sistim kekebalan tubuh anda. Kombinasi ini disebut Highly Active Anti-Retroviral Therapy, atau HAART.
Obat-obatan HIV terdiri dari empat tipe atau "kelas":
Ke empat kelas obat-obatan ini dirancang untuk menghalangi kemampuan HIV untuk mereplikasi diri -- yaitu, untuk berkembang dalam tubuh anda. Tiap kelas obat menghentikan virus pada saat-saat yang berbeda dalam siklus reproduksinya.
Anggap HIV sebagai pabrik kembangbiak dalam sebuah sel T. Ia ingin berkembang dalam tubuh anda dan membuat duplikasi dirinya.
Analogi dibuat oleh British Columbia Persons With AIDS Society.
[Sumber: TheBody.com]
Para dokter belum menemukan satu kombinasi pengobatan HIV yang terbaik bagi semua orang. Setiap kombinasi obat memiliki kelebihan dan kekurangan. Sayangnya, para peneliti tidak dapat membandingkan beratus-ratus kombinasi obat-obatan individu yang ada. Namun mereka biasanya mencoba untuk membandingkan kombinasi kelas obat-obatan.
Tiga jenis kombinasi kelas secara umum diteliti dan diresepkan bagi orang yang baru mulai pengobatan HIV:
NNRTI + 2 NRTI |
1 atau 2 PI + 2 NRTI |
1 PI "boosted" + 2 NRTI |
Setiap kombinasi ini mampu melawan HIV. Bagaimana cara anda memilih?
Anda dan dokter anda dapat mempertimbangkan tiga isu besar: apakah rejimen obat tersebut memastikan kemungkinan untuk pilihan-pilihan di masa depan (disebut sebagai "sequencing"), seberapa kuat suatu kombinasi itu, dan apa efek samping yang dapat terjadi.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah jumlah pil yang harus anda konsumsi tiap hari serta seberapa sering anda harus mengkonsumsinya (satu atau dua kali sehari).
| OBAT BOOSTED
Obat apapun yang meningkatkan kekuatan obat-obat lain dapat disebut booster. Booster yang paling umum adalah Norvir, sejenis protease inhibitor yang sering digunakan dalam dosis kecil untuk meningkatkan kekuatan obat lain, termasuk Reyataz, Lexiva dan Crixivan. Satu jenis obat, Kaletra, dianggap sebuah kombinasi boosted karena terdiri atas lopinavir dan Norvir dalam dosis kecil. |
Anda dapat berharap bahwa rejimen obat pertama anda mampu mengendalikan HIV selama bertahun-tahun. Namun kadang kala rejimen obat pertama seseorang berhenti bekerta. Untuk alasan inilah, salah satu hal terpenting yang harus dipikirkan anda dan dokter anda adalah kebutuhan untuk "merangkai" (sequence) obat anda -- yaitu dengan memilih rejimen obat lini pertama yang mampu tetap membuka kesempatan bagi anda seandainya rejimen pertama tersebut gagal.
Alasan paling umum atas kegagalan suatu kombinasi pengobatan adalah "resistensi". Hal ini berarti HIV dalam tubuh anda telah beradaptasi terhadap satu atau lebih obat yang anda konsumsi dan, sebagai akibatnya, obat tersebut tidak lagi memiliki kemampuan untuk mencegah virus untuk berkembang biak dalam tubuh.
Beberapa orang bahkan dapat terinfeksi jenis HIV yang sudah kebal terhadap beberapa jenis obat. (Sebelum anda memulai pengobatan, dokter anda sebaiknya melakukan "tes resistensi" untuk menentukan apakah hal ini terjadi pada anda). Tapi biasanya, resistensi terjadi setelah anda memulai pengobatan. Alasan umum untuk ini adalah ketika anda tidak mengkonsumsi seluruh obat HIV anda tepat pada waktunya selama 95 persen waktu.
Bagaimana anda dapat memastikan rejimen obat anda berhenti bekerja? Lihat hasil jumlah T-sel dan viral load anda. Bila anda selalu mengkonsumsi obat tepat pada waktunya, viral load anda seharusnya turun sebanyak 90 persen dalam waktu dua bulan sejak memulai pengobatan. Dalam waktu enam bulan, viral load anda seharusnya telah turun sedemikian jauh sehingga "tidak terdeteksi" (kurang dari 50 kopi/mL), dan terus demikian.
Apabila viral load anda tidak mengikuti pola ini, pengobatan anda mungkin tidak bekerja dengan baik. Hal yang sama mungkin terjadi bila jumlah T-sel anda menurun. Mungkin juga ada alasan lain mengapa jumlah T-sel anda turun -- akibat flu atau penyakit lain misalnya -- maka pastikan anda berbicara dengan dokter anda bila anda khawatir.
Jadi apa hubungan semua ini dengan sequencing? Terdapat empat kelas pengobatan HIV. cara kerja obat dalam tiap-tiap kelas hampir sama, karenanya bila HIV resisten terhadap salah satu jenis obat anda, ia mungkin juga resisten terhadap obat lain dalam kelas yang sama, walaupun anda tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan tersebut.
Contohnya apabila suatu rejimen terdiri atas NNRTI dan NNRTI yang anda gunakan itu tidak lagi berfungsi, maka semua jenis NNRTI akan kehilangan kemampuan untuk melawan virus anda. Hal ini tidak sama bagi kelas obat HIV lainnya. Misalnya, ketika virus anda resisten terhadap satu jenis NRTI atau satu jenis protease inhibitor, maka bukan berarti virus tersebut resisten terhadap semuanya.
Hal ini menyebabkan kenapa sequencing penting. Bila HIV anda menjadi resisten terhadap obat lini pertama yang anda konsumsi, anda ingin tetap merasa yakin bahwa ada banyak pilihan obat lain yang membuat rentan HIV anda.
Beberapa kombinasi obat HIV lebih ampuh daripada yang lain, yang bermanfaat bila anda memiliki viral load yang sangat tinggi atau jumlah T-sel yang sangat rendah. Kombinasi-kombinasi lebih ampuh ini, menurut penelitian terbaru dan pedoman pengobatan terkini, terdiri dari dua NRTI ditambah satu "boosted" protease inhibitor atau satu NNRTI. Kombinasi ini telah digunakan dengan sukses terhadap orang-orang yang memiliki viral load di atas 100,000 dan jumlah T-sel yang rendah. Protease inhibitor yang tidak boosted serta kombinasi yang hanya terdiri dari tiga NRTI, seperti obat kombinasi Trizivir, keampuhannya kurang.
Tiap obat dalam sebuah kombinasi memiliki risiko efek samping. Tentunya tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Beberapa efek samping, seperti mual-mual, ruam atau demam, dapat muncul segera setelah anda mengkonsumsi kombinasi obat anda dan hanya bertahan dalam waktu singkat (biasanya beberapa minggu). Efek samping lain, seperti kelelahan atau kehilangan lemak, dapat muncul kemudian dan mungkin lebih lama pulih.
Beberapa masalah yang dialami orang dengan HIV termasuk:
Hanya sedikit orang yang mengalami efek samping yang digambarkan disini. Tidak mungkin memperkirakan efek samping seperti apa (bila ada) yang akan anda alami, atau apakah anda akan kesulitan menanganinya. Beberapa efek samping lebih mudah ditangani daripada yang lain. Untungnya, kebanyakan efek samping berlangsung tidak lebih dari satu dua bulan pertama sejak memulai pengobatan.
Apapun alasannya, bila anda merasa sesuatu yang tidak biasa, pastikan untuk menginformasikan dokter anda secepatnya. Namun jangan pernah berhenti pengobatan atau mengubah cara anda mengkonsumsi obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter anda. Bila anda menghentikan pengobatan dengan tiba-tiba atau mulai memperjarang dosis, anda mungkin akan menyebabkan resistensi obat.
[Sumber: TheBody.com]
Berdasarkan buku Pedoman Nasional Terapi Antiretroviral yang diterbitkan Departemen Kesehatan RI, Direktoral Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, tahun 2004.
| Golongan / Nama Obat | Dosis a |
|---|---|
| Nucleoside RTI | |
| Abacavir (ABC) | 300mg setiap 12 jam |
| Didanosine (ddI) |
400mg sekali sehari (250mg sekali sehari bila berat badan <60kg) (250mg sekali sehari bila diberikan bersama TDF) |
| Lamivudine (3TC) | 150mg setiap 12 jam atau 300mg sekali sehari |
| Stavudine (d4T) |
40mg setiap 12 jam (30mg setiap 12 jam bila berat badan <60kg) |
| Zidovudine (ZDV atau AZT) | 300mg setiap 12 jam |
| Nucleoside RTI | |
| Tenofovir (TDF) |
300mg sekali sehari (catatan: interaksi obat dengan ddI, perlu mengurangi dosis ddI) |
| Non-nucleoside RTI | |
| Efavirenz (EFV) | 600mg sekali sehari |
| Nevirapine (NVP) | 200mg sekali sehari selama 14 hari, kemudian 200mg setiap 12 jam |
| Protease Inhibitor | |
| Indinavir/ritonavir (IDV/r) | 800mg / 100mg setiap 12 jam b, c |
| Lopinavir/ritonavir (LPV/r) |
400mg / 100 mg setiap 12 jam (533mg / 133mg setiap 12 jam bila dikombinasi dengan EFV atau NVP) |
| Nelfinavir (NFV) | 1250mg setiap 12 jam |
| Saquinavir/ritonavir (SQV/r) | 1000mg / 100 mg setiap 12 jam atau 1600mg / 200mg sekali sehari d |
| Ritonavir (RTV, r) e | Kapsul 100mg, larutan oral 400mg / 5ml |
Keterangan:
[Sumber: Pedoman Nasional Terapi Antiretroviral, Depkes RI, 2004]
Efek samping adalah dampak dari obat-obatan yang tidak diinginkan. Obat-obatan diresep untuk maksud tertentu, misalnya untuk menangani HIV. Dampak lain obat adalah efek samping. Ada beberapa efek samping yang ringan, seperti sakit kepala yang ringan. Efek samping lain, misalnya kerusakan hati, dapat parah, dan kadang kala gawat. Ada beberapa efek samping yang bertahan hanya beberapa hari atau minggu, sementara yang lain dapat bertahan selama obat yang mengakibatkannya masih dipakai, atau bahkan setelah dihentikan.
Beberapa penyakit disebut efek samping walaupun tidak diketahui apa yang menyebabkannya. Kadang kala, penyakit HIV sendiri mungkin lebih mempengaruhi dibandingkan efek samping obat yang tepat.
Sebagian besar orang yang memakai obat anti-HIV mengalami beberapa efek samping. Umumnya, semakin banyak obat yang dipakai, semakin parah efek sampingnya. Bila anda memiliki bentuk tubuh yang lebih kecil daripada rata-rata orang, mungkin anda akan lebih banyak mengalami efek samping. Selain itu, bila kemampuan tubuh anda untuk menguraikan obat-obatan lebih lambat, kadar obat dalam darah anda dapat menjadi lebih tinggi, dan hal ini dapat mengakibatkan timbulnya lebih banyak efek samping.
Semua jenis obat dilengkapi dengan daftar efek samping yang paling umum yang mungkin timbul. Jangan anggap bahwa setiap orang akan mengalami semua efek samping yang terdaftar di situ. Beberapa orang hanya mengalami efek samping yang ringan akibat obat HIV-nya.
Ada beberapa langkah yang anda dapat lakukan untuk mempersiapkan diri menangani efek samping:
Jangan pernah berhenti memakai obat, dan jangan pernah melewatkan atau mengurangi dosis obat, tanpa konsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu. Bila anda melakukan hal-hal tersebut, virus dalam diri anda dapat menjadi kebal (resisten) terhadap obat. Karenanya sebelum efek samping memaksa anda untuk melewatkan atau mengurangi dosis obat, bicarakan dengan dokter anda mengenai kemungkinan mengubah jenis obat.
Pertama kali anda mulai pengobatan antiretroviral, anda mungkin akan mengalami sakit kepala, darah tinggi, atau merasa kurang enak badan secara umum. Lambat laun, gejala ini biasanya akan membaik atau hilang sama sekali.
Kelelahan: Sebagian besar orang dengan HIV kadang-kadang atau sering merasa lelah. Mengetahui penyebab kelelahan dan menanganinya adalah penting.
Anemia: dapat menyebabkan kelelahan. Anemia meningkatkan risiko menjadi lebih sakit dengan HIV. Tes darah berkala dapat mengetahui adanya anemia, dan anemia dapat diobati.
Masalah pencernaan: Banyak obat dapat menimbulkan rasa nyeri pada perut. Obat dapat menyebabkan mual, muntah, kembung, atau diare. Pengobatan yang lazim dipakai di rumah termasuk:
Perut kembung: dapat dikurangi dengan menghindari makanan seperti buncis, beberapa macam sayuran mentah, dan sayur yang masih berkulit.
Diare: dapat berkisar antara gangguan kecil hingga parah. Periksa ke dokter jika diare berjalan terlalu lama atau menjadi parah. Minum banyak air.
Lipodistrofi: termasuk kehilangan lemak dari lengan, kaki dan wajah; penambahan lemak pada perut atau di belakang leher; dan peningkatan lemak (kolesterol) dan gula (glukosa) dalam darah. Perubahan ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau serangan otak.
Masalah kulit: Beberapa obat menyebabkan ruam. Sebagian besar bersifat sementara, tetapi dapat menimbulkan reaksi parah. Periksa ke dokter jika mengalami ruam. Masalah kulit lain termasuk kulit kering dan rambut rontok. Pelembab kulit dapat membantu masalah kulit.
Neuropati: adalah penyakit yang sangat nyeri, disebabkan oleh kerusakan saraf. Penyakit ini biasanya mulai pada kaki dan tangan.
Toksisitas mitokondria: adalah kerusakan bentuk dalam sel. Penyakit ini dapat menyebabkan neuropati atau kerusakan ginjal, dan dapat meningkatkan asam laktik dalam tubuh.
Masalah tulang: baru diketahui pada orang dengan HIV. Tulang dapat kehilangan mineralnya dan menjadi rapuh. Kehilangan aliran darah dapat menyebabkan masalah pinggul. Pastikan konsumsi cukup zat kalsium dalam makanan dan suplemen. Olahraga angkat beban, atau berjalan kaki dapat membantu.
Sebagian besar orang yang memakai obat anti-HIV mengalami beberapa efek samping. Namun, jangan anggap anda akan mengalami semua efek samping yang kita pernah dengar.
Memperoleh informasi tentang efek samping yang paling umum dan bagaimana menanganinya. Baca informasi mengenai obat yang bersangkutan dan efek sampingnya. Sediakan obat yang lazim dipakai di rumah dan bahan lain yang dapat membantu menangani efek samping.
Kita harus tahu kapan kita sebaiknya kembali ke dokter karena ada efek samping yang bertahan terlalu lama atau menjadi lebih parah.
Jangan biarkan efek samping menghambat anda dari menggunakan obat! Jika anda tidak kuat dengan efek samping, bicara dengan dokter tentang penggantian obat.
[Sumber: Lembaran Informasi Spiritia LI550]
Efek samping biasanya terjadi begitu memulai pengobatan anti-HIV baru, namun kemudian berkurang atau hilang sama sekali setelah beberapa minggu. Di kala lain efek samping bertahan selama obat tersebut digunakan.
Banyak gejala yang berkenaan dengan efek samping obat juga merupakan keadaan yang dihadapi orang ketika mereka memiliki kondisi kesehatan lainnya. Hal ini dapat termasuk infeksi, ketimpangan hormonal, kehamilan, depresi atau HIV.
Setiap anda mengalami gejala, penting untuk dibicarakan dengan dokter agar dapat didiagnosa penyebabnya. Namun, seberapa parah atau kekalnya efek samping, ada beberapa hal yang dapat anda coba untuk mengelolanya.
Efek samping yang dibicarakan di sini hanyalah yang diakibatkan oleh obat.
Rasa lelah bukanlah sesuatu yang aneh, terutama bila hidup anda sangat sibuk. Suatu perasaan lelah yang tidak hilang dengan istirahat merupakan masalah. Apabila dibiarkan, rasa lelah ini dapat menjadi lebih parah.
Gejala kelelahan dapat secara fisik -- seperti kesulitan bangun dari tempat tidur atau jalan naik tangga. Gejala tersebut dapat pula psikologis -- seperti kesulitan konsentrasi. Kelelahan dapat juga menjadi gejala efek samping obat lainnya - anemia.
Mengelola kelelahan diawali dengan pengakuan. Apabila anda merasa kelelahan, tanyakan pada diri sendiri: sudah berapa lama anda merasa lelah? Apakah ada kegiatan yang sulit hari ini yang bukan menjadi masalah beberapa bulan yang lalu? Apakah anda kesulitan berkonsentrasi? Apakah anda kesulitan tidur atau tidur lebih dari biasanya? Semakin banyak informasi yang dapat anda berikan pada dokter mengenai fisik, psikologis dan kebiasaan sehari-hari anda, semakin besar kemungkinan kalian untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk masalah kelelahan anda.
Ruam sepertinya efek samping yang lebih sering terjadi pada perempuan yang mengkonsumsi medikasi anti-HIV daripada laki-laki, walaupun ruam juga terjadi pada laki-laki. Nevirapine (Viramune) dan nelfinavir (Viracept) sepertinya merupakan penyebab utamanya, namun penelitian lebih lanjut mengenai ruam pada perempuan yang mengkonsumsi obat-obatan anti-HIV lain masih dibutuhkan.
Perlu diperhatikan bahwa ruam tidak hanya terjadi lebih banyak pada perempuan, namun bahwa perempuan sepertinya cenderung mengalami ruam yang sangat parah. Sangatlah penting untuk mengamati apakah kulit anda berubah warna dan apakah ada perubahan pada permukaan kulit, khususnya setelah memulai pengobatan baru.
Neuropati perifer disebabkan oleh kerusakan pada syaraf. Kerusakan itu dapat menyebabkan perasaan seperti terbakar, menusuk-nusuk, kekakuan, rasa geli atau kebal pada kaki, jari-jari kaki atau tangan.
Perasaan seperti ini dapat ringan atau cukup parah sehingga menghambat orang untuk berjalan. Neuropati perifer dapat disebabkan oleh HIV atau sebagai efek samping beberapa jenis obat anti-HIV atau obat infeksi oportunistik.
Pengobatan neuropati perifer biasanya termasuk penghentian atau pengurangan dosis obat yang menyebabkan. Biasanya hal ini dapat menghilangkan gejala.
Namun, tidak ada obat yang dapat memulihkan kerusakan yang telah terjadi pada syaraf. Bicarakan dengan dokter anda bila anda mengalami gejala neuropati perifer. Bila neuropatinya parah, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter yang spesialisasi pengelolaan rasa sakit.
Selain mengganggu, hal yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa diare dapat menyebabkan dehidrasi. Maka hal yang pertama kali harus dilakukan adalah mengembalikan cairan tubuh yang hilang dengan meminum banyak cairan, seperti Gatorade, ginger ale, kaldu ayam atau daging, teh herbal atau air putih. Diare kronis dapat menyebabkan kehilangan berat badan. Makanan yang memberi nutrisi, kalori, dan menyerap cairan (seperti pisang, nasi, applesauce dan roti bakar) merupakan alat yang baik untuk mengendalikan diare.
Obat-obat diare juga dapat membantu. Seperti juga mengkonsumsi laksatif seperti Metamucil. Suplemen nutrisi seperti L-Glutamine, Provir atau Shaman Botanicals-Normal Stool Formula (SB-NSF) dapat juga membantu, namun mungkin mahal.
Mulut kering dapat menyebabkan kesulitan meminum obat. Kondisi ini sangat tidak nyaman, dan membuat sulit mengunyah, menelan dan berbicara. Mulut kering dapat berdampak pada indera perasa dan mengakibatkan masalah mulut, seperti kerusakan gigi dan sariawan.
Cara mengatasi mulut kering dapat sesederhana meminum banyak cairan selama atau di antara makan. Hindari makanan yang banyak gula dan lengket atau minuman yang berkafein karena akan menyebabkan mulut anda semakin kering. Mengunyah permen karet tanpa gula dapat menstimulasi aliran liur. Apabila hal ini tidak berhasil, dokter anda dapat memberi resep obat untuk liur sintetis atau obat anti-mulut kering, seperti pilocarpine.
Penyebab paling umum sakit kepala adalah stress, sesuatu yang kebanyakan orang akan mengalami pada suatu saat! Pengobatan, termasuk obat anti-HIV, dapat juga menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala biasanya hanya rasa sakit dan dapat dikurangi dengan obat-obat tanpa resep seperti aspirin, asetaminofen, ibuprofen, atau sodium naproxen. Sakit kepala dapat pula diringankan, dan dicegah, dengan mengurangi stress.
Kebanyakan orang mengalami rambut rontok seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini normal dan berdampak lebih banyak pada sebagian orang daripada yang lain, khususnya bila ada sejarah kebotakan dalam keluarga. Tapi mengalami rambut rontok dapat sangat mengganggu dan mempengaruhi percaya diri seseorang.
Rambut yang rontok secara mendadak atau tidak normal dapat disebabkan oleh beberapa jenis obat (seperti beberapa yang digunakan untuk mengobati HIV, kanker, kelainan peredaran darah, maag atau rematik).
Anemia adalah sel darah rendah yang rendah. Sel-sel tersebut membawa oksigen ke berbagai tempat dalam tubuh anda. Ketika tubuh anda kekurangan oksigen, anda akan merasa lelah. Anemia yang berkelanjutan atau parah dapat merusak tubuh. Kebanyakan orang dengan HIV mengalami anemia. HIV dapat menyebabkan anemia. Seperti juga berbagai obat untuk HIV, seperti AZT (Retrovir). Untuk perempuan, masalah dengan menstruasi dapat juga menyebabkan atau bergejala anemia.
Untuk memonitor anemia, lakukanlah tes darah sedikitnya tiga bulan sekali, bahkan bila anda tidak mengkonsumsi obat anti-HIV. Perubahan pada diet atau mengkonsumsi suplemen nutrisi dapat mengurangi resiko anemia. Menggunakan medikasi untuk memperbaiki anemia ringan (Procrit, Epogen) juga dapat membantu. Dalam beberapa kasus, menghentikan atau mengubah obat penyebab anemia mungkin diperlukan. Anemia yang parah perlu diobati dengan transfusi darah.
Perasaan mual dan keinginan untuk muntah berbeda-beda pada tiap orang. Kedua gejala tersebut seringkali terjadi bersamaan. Beberapa obat tertentu yang digunakan untuk mengobati HIV atau kondisi yang berkenaan dengan HIV dapat menyebabkan mual.
Muntah-muntah yang berkepanjangan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, seperti dehidrasi, ketimpangan zat dan bahkan koyaknya esofagus (tenggorokan). Hubungi dokter bila anda muntah-muntah sepanjang hari atau bila mual atau muntah berkepanjangan dan/atau menghambat anda untuk minum obat.
Kehilangan berat badan dapat menjadi masalah serius dalam HIV. Hal ini dapat terjadi akibat beberapa jenis efek samping seperti muntah, mual, mulut kering, anemia, atau kelelahan.
Sayangnya, walaupun tanda-tanda kehilangan berat badan nampak secara jelas, jarang orang merasa hal itu merupakan masalah. Bahkan, banyak perempuan HIV-positif yang kehilangan berat badan akibat masalah HIV dipuji karena mereka "tampak cantik".
Apabila anda kehilangan berat badan dan hal itu bukan karena adanya perubahan diet atau olahraga untuk tujuan itu, hal itu tidak baik. Bicarakan dengan dokter untuk mengidentifikasi penyebab adalah sangat penting untuk mengobati kehilangan berat badan yang tidak diinginkan.
Masalah menstruasi itu biasa pada tiap perempuan, tapi khususnya pada perempuan dengan sistim kekebalan tubuh yang lemah. Masalah-masalah ini termasuk menstruasi yang tidak tetap, lebih berat, lebih ringan dan/atau menyakitkan atau terjadinya penghentian sama sekali. Masalah dengan menstruasi dapat merupakan efek samping dari beberapa obat. Baru-baru ini diketahui bahwa perdarahan menstruasi yang terlalu banyak disebabkan oleh penggunaan ritonavir (Norvir).
Lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk menentukan obat anti-HIV mana yang berdampak pada menstruasi. Sementara itu, anda sebaiknya memonitor jadwal menstruasi anda, perhatikan tiap perubahan, khususnya pada awal penggunaan obat anti-HIV baru.
[Sumber: Project Inform]
Anda dan dokter anda telah membahas segala pilihan anda dan telah membuat keputusan besar. Mungkin beberapa minggu pertama pengobatan terasa berat karena efek samping awal. Mungkin juga tidak terjadi efek samping. Apa yang dapat anda harapkan di masa depan? Viral load anda seharusnya turun sekitar 90 persen dalam delapan minggu sejak memulai pengobatan, dan dalam waktu enam bulan seharusnya turun menjadi di bawah 50 copy/mL ("tidak terdeteksi"). Jumlah T-sel anda seharusnya meningkat, bukan menurun.
Ingat bahwa efek samping selalu mungkin terjadi dan bahwa cara kerja pengobatan berbeda untuk orang yang berbeda. Informasikan dokter anda mengenai berbagai gejala yang anda alami -- bahkan hal-hal yang sepertinya remeh, seperti masalah pencernaan, diare, ruam atau kehilangan berat badan. Sangatlah penting untuk melaporkan masalah-masalah ini karena mereka mungkin merupakan tanda bahwa obat-obatan tersebut tidak bekerja dengan baik dalam tubuh anda.
Umumnya dokter anda akan mengecek viral load dan jumlah T-sel anda, serta melakukan tes darah umum tiga atau delapan minggu setelah anda memulai terapi. Bila dalam waktu tiga bulan sejak memulai pengobatan viral load atau jumlah T-sel anda tidak mengalami banyak perubahan, dokter anda mungkin akan menyarankan anda merubah medikasi anda. Bila semuanya berjalan lancar, kunjungi dokter tiap tiga bulan untuk mengulangi tes ini untuk memastikan pengobatan tetap berjalan dengan benar.
Pengobatan HIV telah menjadi rumit, dan sangat sulit bahkan bagi seorang ahli untuk menentukan kombinasi pengobatan apa yang akan berhasil untuk anda. Informasi yang anda peroleh di situs ini maupun di tempat lain dapat membantu anda menentukan apa yang terbaik untuk anda. Jangan khawatir bahwa semua ini mungkin sulit dicerna. Tetap buka pikiran, tetap belajar tentang HIV dengan mengunjungi situs-situs seperti The Body, dan jangan pernah takut untuk bertanya kepada dokter.
Terapi HIV masih terus berkembang, dan pengobatan, dosis serta kombinasi obat baru dapat tersedia setiap saat.
Ingatlah bahwa ratusan ribu orang di seluruh dunia hidup dengan HIV dan mengkonsumsi medikasi HIV. Banyak yang hidup produktif. Jalin kerjasama dengan dokter anda, jadilah mitra dalam perawatan diri anda sendiri dan cari dukungan yang anda butuhkan dengan berbicara dengan orang lain dengan HIV.
Selalu ingat: Anda tidak sendirian! Jangkau berbagai sumber daya di sekeliling anda! Online ataupun offline, terdapat banyak tempat dimana anda dapat berhubungan dengan orang lain, belajar mengenai pengobatan, dan selalu up to date dengan berita terkini.
[Sumber: TheBody.com]
Secara umum, viral load merupakan indikator terpenting untuk mengetahui berhasil-tidaknya rejimen obat anda. Viral load anda seharusnya menurun bila pengobatan anda efektif. Faktor-faktor lain yang dapat mengindikasikan seberapa berhasilnya rejimen anda adalah:
Viral load ada sebaiknya di tes 2 hingga 8 minggu setelah anda memulai pengobatan, kemudian tiap 3 hingga 4 bulan selama pengobatan untuk memastikan obat anda tetap bekerja. Pengobatan HIV seharusnya mengurangi tingkat viral load hingga pada tahap tidak terdeteksi. Viral load yang tidak terdeteksi bukan berarti infeksi HIV anda sembuh; namun hanya berarti bahwa tes tersebut kurang sensitif untuk mendeteksi jumlah kecil HIV yang tertinggal dalam darah anda.
Apabila viral load anda tetap terdeteksi setelah 4 hingga 6 bulan setelah memulai pengobatan, anda dan dokter anda harus membahas seberapa patuh anda terhadap ketentuan rejimen anda. Lupa dosis pengobatan merupakan alasan utama mengapa pengobatan itu gagal serta perkembangan resistensi obat. Dokter anda sebaiknya melakukan tes resistensi obat, yang akan menentukan apakah HIV dalam tubuh anda telah bermutasi menjadi jenis yang tidak dapat dikendalikan oleh rejimen obat anda yang sekarang.
Seberapa cepat atau seberapa jauh penurunan viral load anda tergantung pada faktor-faktor di luar rejimen obat anda. Faktor-faktor ini termasuk viral load baseline dan jumlah CD4, apakah anda pernah menggunakan obat-obatan HIV sebelumnya, apakan anda memiliki kondisi kesehatan terkait HIV, dan seberapa patuh anda terhadap pengobatan. Bicarakan dengan dokter anda apabila anda khawatir mengenai hasil tes viral load anda.
Jumlah CD4 juga menunjukkan sebarapa baik rejimen pengobatan anda bekerja. Jumlah CD4 anda sebaiknya dites setiap 3 hingga 6 bulan selama pengobatan. Pengobatan HIV seharusnya meningkatkan jumlah CD4 anda atau paling tidak mencegahnya turun. Bicarakan dengan dokter anda bila anda khawatir mengenai jumlah CD4 anda.
Ada berberapa alasan mengapa anda mungkin perlu merubah rejimen pengobatan. Dua alasan terpenting adalah toksisitas obat dan kegagalan rejimen.
Toksisitas obat berarti rejimen obat anda menciptakan efek samping yang membuat anda kesulitan untuk mengkonsumsi obat tersebut.
Kegagalan rejimen berarti obat-obatan tersebut tidak bekerja dengan baik.
Tanyakan pada dokter anda mengapa anda harus merubah pengobatan. Bila alasannya toksisitas obat, dokter anda mungkin akan merubah satu atau lebih obat dalam rejimen anda. Bila alasannya adalah kegagalan rejimen, dokter anda harus mengganti semua obat dengan obat-obatan yang belum pernah anda gunakan sebelumnya. Bila anda selama ini mengkonsumsi tiga jenis obat dan keseluruhannya tidak dapat diganti, paling tidak dua obat dapat diganti. Menggunakan obat baru akan mengurangi risiko resistensi obat.
[Sumber: TheBody.com]
Memastikan anda mengkonsumsi obat pada waktu yang tepat, dengan dosis yang tepat dan dengan cara yang tepat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengobatan anti-HIV anda, selain juga obat-obatan lain yang mungkin diresepkan untuk anda.
Agar obat bekerja dengan baik, anda harus mengkonsumsinya dengan semestinya. Cara kerja obat dalam tubuh tidak semuanya sama. Beberapa jenis obat harus dikonsumsi bersama dengan makanan dan beberapa jenis harus dikonsumsi di antara jam makan selagi perut kosong. Sementara itu, bagi beberapa jenis obat lain, hal ini tidak berpengaruh. Orang yang mengkonsumsi obat perlu mengerti jenis obat yang mana yang diberikan untuknya, dan bagaimana obat-obatan tersebut dapat dimasukkan dalam keseharian mereka.
Lupa dosis, mengkonsumsi dosis yang salah, atau menggunakan obat dengan sedemikian cara sehingga tubuh hanya menyerap sebagian kecil, dapat menyebabkan resistensi terhadap obat tersebut. Hal ini mungkin berarti bahwa anda tidak hanya berhenti memperoleh manfaat dari obat yang resisten, tapi juga obat-obatan serupa.
HIV dapat menjadi resisten terhadap sejenis obat bila tingkat darah obat tersebut terlalu rendah untuk menghentikan reproduksi virus. Selagi HIV terus bereproduksi, jenis-jenis virus yang mampu reproduksi tanpa terpengaruh obat (jenis yang resisten terhadap obat) menjadi lebih unggul daripada jenis yang sensitif terhadap obat, dan akan menjadi dasar bagi populasi HIV yang baru di dalam tubuh.
Contohnya, bila anda restisten terhadap jenis protease inhibitor indinavir, anda mungkin juga akan resisten terhadap jenis protease inhibitor lain, dan orang yang resisten terhadap satu jenis NNRTI biasanya akan resisten juga terhadap jenis-jenis obat baru dalam kelas tersebut. Namun, risiko 'resisten-silang' berbeda-beda antar obat dan bukan sesuatu yang pasti.
Bila anda diresepkan sejenis obat, dokter atau ahli farmasi akan memberitahukan berapa kali sehari dan bagaimana cara anda harus mengkonsumsinya, contohnya apakah obat tersebut harus dikonsumsi dengan makanan atau dengan perut kosong, dan apakah ada obat-obatan lain yang tidak boleh dikonsumsi pada saat yang bersamaan. Petunjuk-petunjuk ini telah dibuat untuk memastikan anda selalu memiliki kadar obat di dalam tubuh untuk melawan infeksi dan menghindari resistensi.
Semua orang yang mengkonsumsi obat-obatan anti-HIV suatu saat pasti akan lupa mengkonsumsi obat. Daripada anda stres dengan kelupaan tersebut, gunakan sebagai pengalaman belajar. Namun, bila anda sering lupa minum obat, atau sering terlambat minum obat, atau sengaja tidak minum obat karena efek samping, penting bagi anda untuk menginformasikan dokter secepatnya sehingga anda dapat memperoleh dukungan dan mencari jalan keluar dengan jadwal yang lebih sesuai dengan gaya hidup anda, atau jenis obat yang anda lebih bisa hadapi.
[Sumber: aidsmap.com]
HIV "resisten" terhadap obat apabila ia terus bereplikasi dengan cepat meskipun anda terus mengkonsumsi obat. Perubahan (mutasi) pada virus menyebabkan resistensi.
HIV bermutasi hampir setiap kali replikasi baru terbentuk. Tidak semua mutasi menyebabkan resistensi. Virus "tipe ganas" merupakan bentuk paling umum HIV. Bentuk lain daripada tipe ganas ini dianggap sebagai mutasi.
Obat antiretroviral tidak akan mengendalikan virus yang resisten terhadapnya. Ia dapat "menghindari" obat tersebut. Bila anda tetap mengkonsumsi obat tersebut, virus resisten inilah yang akan bereplikasi paling cepat. Ini yang disebut dengan "tekanan selektif".
Bila anda berhenti mengkonsumsi obat, tidak ada tekanan selektif. Virus tipe ganas akan bereplikasi paling cepat. Walaupun tes mungkin tidak mendeteksi adanya resistensi obat, ia mungkin akan kembali bila anda menggunakan kembali obat yang sama.
Tes resistensi membantu dokter menentukan pengobatan yang paling tepat bagi pasien mereka.
Biasanya HIV menjadi resisten ketika ia tidak secara keseluruhan dikendalikan oleh obat yang dikonsumsi seseorang. Namun, makin banyak orang yang terinfeksi HIV yang telah resisten terhadap satu atau lebih obat anti-HIV.
Semakin banyak HIV bereplikasi, semaik banyak mutasi yang muncul. Mutasi-mutasi ini terjadi tidak sengaja. Virus tidak dapat "mengetahui" mutasi apa yang akan resisten terhadap obat.
Satu mutasi saja dapat mengakibatkan HIV resisten terhadap beberapa jenis obat. Hal ini benar untuk 3TC (Epivir) dan non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI). Namun HIV harus melalui serangkaian mutasi untuk mengembangkan resistensi terhadap obat-obatan lain, termasuk sebagian besar protease inhibitor.
Cara terbaik untuk mencegah terjadinya resistensi adalah dengan mengendalikan HIV dengan mengkonsumsi medikasi antiretroviral yang ampuh. Bila anda kehilangan beberapa dosis pengobatan anda, HIV akan lebih mudah bereplikasi. Lebih banyak mutasi akan terjadi. Beberapa darinya dapat menyebabkan resistensi.
Bila anda harus menghentikan obat-obatan antiretroviral apapun, konsultasi dengan dokter anda. Anda mungkin harus menghentikan obat tertentu lebih awal daripada yang lain. Bila anda menghentikan konsumsi obat selagi virus dibawah kendali, anda seharusnya dapat mengkonsumsinya kembali.
Terkadang sebuah versi mutan HIV resisten terhadap lebih dari satu obat. Bila ini terjadi, obat tersebut disebut "resistensi silang". Contohnya, kebanyakan HIV yang resisten terhadap nevirapine (Viramune) juga resisten terhadap efavirenz (Sustiva). Hal ini berarti nevirapine dan efavirenz resisten silang.
Resisten silang sangat penting ketika anda ingin merubah medikasi. Anda harus memilih obat baru yang tidak resisten silang terhadap obat yang telah anda konsumsi sebelumnya.
Kita tidak sepenuhnya mengerti resistensi silang. Namun, banyak obat paling tidak sebagian resistensi silang. Saat HIV mengembangkan lebih banyak mutasi, ia makin sulit untuk dikendalikan. Konsumsi setiap dosis medikasi antiviral anda sesuai dengan ketentuan. Hal ini akan mengurangi risiko resistensi dan resistensi silang. Dan akan memberi anda lebih banyak pilihan untuk mengubah obat di masa mendatang.
[Sumber: TheBody.com]
Sebelum mengumah rejimen pengobatan anda, dokter anda akan mencari tahu alasan mengapa rejimen anda yang sekarang tidak berjalan dengan baik. Dokter anda akan mengevaluasi kepatuhan anda terhadap rejimen tersebut, kemampuan toleransi rejimen tersebut, serta interaksi obat. Apakah anda atau dokter anda memutuskan untuk mengubah rejimen obat anda serta medikasi baru seperti apa yang akan anda gunaka, semuanya tergantung dari alasan mengapa rejimen yang sekarang gagal.
Kepatuhan berkenaan dengan seberapa dekat anda mengikuti (patuh) rejimen obat anda. Bila rejimen anda gagal karena anda tidak patuh, maka anda dan dokter anda harus membicarakan mengapa anda kesulitan mengkonsumsi medikasi anda dan apa yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki kepatuhan. Dokter anda mungkin akan mengubah rejimen dengan mengurangi jumlah pil yang harus anda konsumsi
atau frekwensi konsumsi obat.
Toleransi berkenaan dengan seberapa banyak dan jenis-jenis efek samping negatif obat apa saja yang anda alami. Bila efek sampingnya serius, anda mungkin harus mengubah rejimen anda. Dokter anda akan menanyakan efek samping apa saja yang anda alami dan seberapa lama anda mengalaminya. Anda dan dokter anda akan memutuskan untuk mengobati efek samping atau mengubah pengobatan anti-HIV anda.
Obat anti-HIV dapat berinteraksi dengan obat-obat lain yang anda konsumsi. Hal ini dapat mengurangi efektifitas pengobatan atau meningkatkan risiko efek samping negatif. Anda dan dokter anda perlu mengulas semua obat yang anda konsumsi, termasuk obat yang dijual bebas serta obat-obatan herba. Anda juga harus tahu apakah oba-obat anda harus dikonsumsi dengan makanan atau dalam keadaan perut kosong.
Bila rejimen anda gagal dan anda dan dokter anda telah menentukan bahwa bukan kepatuhan, toleransi maupun interaksi obat alasannya, anda harus mempertimbangkan perubahan rejimen. Sebelum mengubah obat anti-HIV, bicarakan dengan dokter anda mengenai:
Dokter anda akan mengkonfirmasi bahwa rejimen anda gagal melalui paling tidak dua tes viral load serta tiga tes jumlah CD4. Anda sebaiknya melakukan tes resistensi obat selagi anda menggunakan rejimen yang gagal itu.
Secara umum, rejimen yang baru ini seharusnya termasuk tiga atau lebih obat. Anda dan dokter anda akan menentukan jenis obat berdasarkan sejarah pengobatan anda, hasil dari tes resistensi, serta efek samping pengobatan.
[Sumber: TheBody.com]
Siapa saja yang mengalami keadaan darurat, telah terekspos banjir atau air atau udara yang terkontaminasi, yang terpaksa dievakuasi, dsb. harus secepatnya menerima evaluasi medis. Orang dengan HIV/AIDS harus berkonsultasi dengan petugas kesehatan, lebih baik bila ia adalah orang yang berpengalaman menangani HIV, secepatnya. Hal ini menjadi lebih penting bila orang tersebut memiliki kondisi kesehatan lain (diabetes, penyakit lever atau ginjal, penyakit jantung, kanker, dsb) selain HIV/AIDSnya.
Dalam keadaan seperti ini, bila anda memiliki HIV atau AIDS dan anda mengalami demam, ruam, keringat malam, sakit otot, sakit kepala, atau luka/lecet yang terinfeksi, konsultasikan dengan dokter yang berpengalaman dengan HIV secepat mungkin. Bahkan dalam situasi darurat, sangatlah penting untuk memberitahukan petugas kesehatan mengenai kondisi yang ada miliki, atau diagnosa yang anda miliki. Mencari staf klinik atau petugas medis yang berpengalaman dalam HIV merupakan hal yang penting untuk dilakukan begitu anda dibawa ke tempat yang aman.
Secara umum, bila viral load anda tidak terdeteksi dan anda berhenti menggunakan pengobatan HIV untuk beberapa waktu, anda dapat memulai kembali dan kembali mengendalikan virus. TAPI, siapa saja yang memulai kembali pengobatan HIV mereka harus konsultasi dengan spesialis HIV terlebih dahulu. Beberapa jenis obat HIV memerlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu sebelum memulainya kembali.
Satu contoh termasuk obat-obatan yang dapat bertahan di dalam tubuh untuk waktu yang lama, seperti Sustiva, Viread atau Truvada. Ketika seseorang berhenti mengkonsumsi kombinasi obat HIV yang termasuk obat tahan lama ini, obat-obat lain mungkin diproses tubuh lebih cepat, sehingga meninggalkan obat tahan lama ini "sendirian". Keadaan ini merupakan kesempatan bagi HIV untuk menjadi resisten terhadap obat tahan lama tadi. Resisten berarti obat tersebut tidak dapat lagi bekerja sebagai bagian dari kombinasi obat HIV. Dalam hal ini mengkonsumsi jenis obat lain mungkin merupakan yang terbaik, maka bicarakan dengan spesialis HIV terlebih dahulu.
Contoh lain adalah kombinasi obat apapun yang termasuk obat HIV Ziagen (juga termasuk dalat Epzicom dan Trizivir). Memulai kembali obat ini berarti harus berhati-hati terhadap reaksi alergi yang serius ("hypersensitivity"). Gejalanya dapat termasuk ruam kulit dan dua atau lebih gejala berikut: demam, mual, muntah, diare, sakit perut, kelelahan, pegal-pegal, sakit tenggorokan, atau napas pendek. Bila anda pernah mengalami reaksi seperti itu di masa lampau, jangan memulai lagi medikasi ini karena reaksi berulangnya dapat menjadi fatal.
Lebih penting lagi, bila anda menggunakan obat untuk mengobati atau mencegah infeksi oportunistik (PCP, CMV, MAC, cryptococcal meningitis, dsb), obat-obatan tersebut harus dimulai kembali secepat mungkin. Obat-obatan seperti ini biasanya dibutuhkan oleh orang dengan jumlah T-sel yang rendah.
Tetap menggunakan medikasi ini (seperti Bactrim untuk PCP) lebih penting untuk jangka pendek daripada menggunakan medikasi HIV.
HIV atau AIDS mungkin bukan satu-satunya masalah kesehatan seseorang. Orang dengan HIV seringkali memiliki penyakit lain seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, masalah lever (seperti hepatitis), dsb. Seringkali kondisi-kondisi seperti ini memerlukan medikasi tambahan. Masalah non-HIV ini mungkin dapat menyebabkan lebih banyak masalah bila dibiarkan daripada HIV itu sendiri!
Lever atau hati merupakan organ tubuh yang penting yang memiliki banyak fungsi dalam tubuh termasuk mengatur jumlah zat kimia dan obat-obatan (termasuk medikasi HIV) dalam tubuh. Bila lever seseorang tidak bekerja dengan baik, mungkin terdapat berbagai jenis obat-obatan HIV dengan tingkat yang lebih tinggi dalam tubuh. Tingkat yang lebih tinggi dari obat-obatan yang bervariasi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami efek samping atau toksisitas yang serius. Masalah lever dapat juga menyebabkan masalah lain dengan medikasi HIV.
Bila petugas kesehatan anda telah menginformasikan bahwa anda memiliki "protein lever tinggi" ATAU bila anda memiliki hepatitis A, B, atau C, ATAU masalah lain dengan lever anda, seperti kanker lever atau sirosis, segera periksakan diri ke petugas kesehatan yang berpengalaman menangani orang dengan HIV ketika akan memulai kembali medikasi HIV anda.
Bila anda pernah mengalami jumlah T-sel yang sangat rendah (seperti kurang dari 100), anda sebaiknya memulai kembali obat HIV secepat mungkin. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang pernah mengalami jumlah T-sel yang sangat rendah pada masa lalu, namun kini memiliki jumlah T-sel yang lebih tinggi, lebih mungkin mengalami pengurangan jumlah T-sel bila mereka menghentikan medikasi HIV. Biasanya, bila jumlah T-sel seseorang berkurang, tingkat virus dalam tubuh bertambah.
Selain itu, siapapun dengan jumlah T-sel yang rendah dapat dengan mudah mengalami infeksi oportunistik, dan mungkin akan lebih sulit untuk orang ini untuk melawan penyakit (khususnya yang terjadi akibat air banjir yang kotor, misalnya) atau sembuh dari luka atau memar. Mencari dokter spesialis HIV/AIDS sangatlah penting dalam situasi seperti ini.
[Sumber: Center for AIDS]