Mengerti cara-cara penularan HIV merupakan langkah yang paling penting dalam pencegahan. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan anda mengenai bagaimana cara penularan HIV dan apa yang dapat anda lakukan untuk mencegah penularan ke orang lain. Setiap kali anda berkunjung ke penyedia layanan kesehatan, bicarakan mengenai perilaku berisiko anda, seperti melakukan hubungan seks tanpa perlindungan dan berbagi jarum suntik. Anda mungkin merasa ragu-ragu untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan mengenai perilaku berisiko. Mungkin juga akan sulit bagi anda untuk berubah, bahkan bila anda menginginkannya. Namun sangatlah penting untuk jujur kepada dokter anda mengenai aktifitas berisiko. Anda dan penyedia layanan kesehatan anda kemudian dapat membahas cara-cara untuk meminimalisir risiko penularan kepada orang lain. Bila anda seorang perempuan, anda dan dokter anda sebaiknya membicarakan cara-cara mencegah kehamilan. Bila anda ingin hamil, anda dan dokter anda dapat membahas mengenai apa yang anda harus lakukan untuk mencegah penularan HIV ke anak anda.
Pengobatan HIV yang sukses dapat mengurangi viral load anda, yang mungkin dapat mengurangi risiko penularan HIV. Namun terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi penularan HIV lewat hubungan seks, seperti:
Selalu gunakan strategi pencegahan, seperti kondom dan gunakan praktik-praktik seks lebih aman. Bila anda pengguna napza suntik, jangan berbagi alat suntik dengan orang lain. Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan anda bila anda kesulitan melakukan strategi pencegahan tersebut. Anda dan penyedia layanan kesehatan anda kemudian dapat mencari jalan agar perilaku anda aman.
Ya. Sangatlah penting untuk memberi tahu pasangan seksual dan orang-orang yang telah berbagi alat suntik dengan anda bahwa mereka kemungkinan terpajan HIV dan sebaikan melakukan tes HIV. Anda dan dokter anda dapat membahas bagaimana cara terbaik untuk menginformasikan pasangan anda.
Sangat penting untuk menggunakan strategi pencegahan HIV walaupun pasangan anda juga terinfeksi HIV. Pasangan anda mungkin terinfeksi jenis virus lain yang dapat bereaksi berbeda dalam tubuh anda atau yang resisten terhadap pengobatan HIV yang berbeda.
Viral load yang tidak terdeteksi bukan berarti anda telah sembuh. Itu hanya berarti bahwa jumlah virus HIV dalam darah anda sedemikian rendah sehingga tes viral load tidak mampu mendeteksinya. Anda tetap terinfeksi HIV dan dapat menularkan ke orang lain. Anda sebaiknya terus menggunakan strategi pencegahan dan konsultasi secara berkala dengan penyedia layanan kesehatan anda.
[Sumber: AIDSInfo]
Untuk dapat menularkan HIV lewat hubungan seks, infeksi HIV dalam darah atau cairan seksual harus ditransfer kepada seseorang. Cairan seksual dapat berasal dari penis laki-laki atau dari vagina perempuan, sebelum, selama, atau setelah orgasme terjadi. HIV dapat ditularkan bila cairan terinfeksi tersebut masuk ke dalam tubuh seseorang.
Anda tidak dapat menularkan HIV bila tidak ada infeksi HIV. Bila anda dan pasangan anda tidak terinfeksi HIV, tidak ada risiko. Viral load yang "tidak terdeteksi" TIDAK berarti "tidak ada infeksi HIV". Bila tidak ada kontak dengan darah atau cairan seksual, tidak ada risiko. HIV harus masuk ke dalam tubuh untuk dapat terjadi infeksi.
Panduan seks lebih aman adalah cara-cara untuk mengurangi risiko penyebaran HIV pada saat melakukan hubungan seks.
Seks tak aman sangat tinggi risiko penyebaran HIVnya. Risiko tertinggi adalah bila darah atau cairan seksual menyentuh daerah-daerah lunak, basah (selaput lendir) di dalam rektum, vagina, mulut, hidung, atau pada ujung penis. Daerah-daerah ini mudah sekali luka, sehingga mempermudah jalan HIV untuk masuk ke dalam tubuh.
Hubungan vaginal atau rektal tanpa perlindungan sangat tidak aman. Cairan seksual masuk ke dalam tubuh, dan dimanapun penis laki-laki masuk, dapat menyebabkan lecet yang memungkinkan terjadinya infeksi HIV. Pasangan penerima lebih mungkin untuk tertular, walaupun HIV mungkin juga masuk ke dalam penis, terutama bila terjadi hubungan dengan darah atau cairan vagina yang terinfeksi HIV selama waktu yang lama, atau bila terdapat luka terbuka pada penis.
Kebanyakan kegiatan seksual berisiko menularkan HIV. Untuk mengurangi risiko tersebut, buatlah supaya darah atau cairan seksual sulit masuk tubuh anda.
Amati tubuh anda dan tubuh pasangan anda. Luka, lecet, atau gusi berdarah meningkatkan risiko penularan HIV. Kegiatan fisik yang kasar juga meningkatkan risiko. Bahkan luka-luka kecil dapat mempermudah HIV masuk dalam tubuh.
Gunakan pelindung untuk mencegah kontak dengan darah atau cairan seksual. Ingat bahwa pelindung alami tubuh adalah kulit. Bila anda tidak memiliki luka atau lecet, kulit anda akan melindungi terhadap infeksi. Risiko infeksi meningkat bila selaput lendir rusak.
Pelindung buatan yang paling umum untuk laki-laki adalah kondom. Anda juga dapat menggunakan kondom perempuan untuk melindungi vagina atau rektum selama hubungan seksual.
Pelicin dapat meningkatkan stimulasi seksual. Pelicin juga mengurangi kemungkinan rusaknya kondom atau pelindung lainnya. Pelicin berbasis minyak seperti Vaseline, minyak, atau krim dapat merusak kondom dan pelindung latex lainnya. Pastikan untuk menggunakan pelicin berbasis air.
Seks oral juga berisiko penularan HIV, khususnya bila cairan seksual masuk ke dalam mulut dan bila terdapat gusi berdarah atau luka dalam mulut. Sepotong latex atau plastik di atas vagina, atau kondom pada penis, dapat digunakan sebagai pelindung selama seks oral. Kondom tanpa pelicin baik untuk seks oral, karena kebanyakan pelicin rasanya tidak enak.
Kegiatan aman tidak berisiko menularkan HIV. Abstinen (sama sekali tidak berhubungan seks) adalah yang paling aman. Seks dengan satu pasangan saja aman selama anda dan pasangan anda tidak terinfeksi dan selama tidak ada yang berhubungan seks atau berbagi alat suntik dengan orang lain.
Untuk tetap aman, anggap pasangan seks anda terinfeksi HIV. Anda tidak akan pernah tahu seseorang itu terinfeksi dengan melihat penampilan. Mereka mungkin saja bohong bila mereka katakan tidak terinfeksi, terutama bila mereka ingin berhubungan seks dengan anda. Banyak orang yang terinfeksi HIV dari pasangan tetap mereka yang tidak setia "sekali saja".
Bahkan orang yang hasil tesnya negatif mungkin terinfeksi. Mungkin mereka terinfeksi setelah mereka dites, atau mereka melakukan tes terlalu dini setelah terpajan HIV.
Banyak orang yang terinfeksi HIV tidak merasa perlu mengikuti panduan seks aman bila mereka berhubungan seks dengan orang lain yang terinfeksi. Namun, tetap masuk akal untuk "play safe". Bila tidak, anda mungkin terpajan infeksi menular seksual lain seperti herpes atau sifilis. Bila anda telah terinfeksi HIV, penyakit-penyakit ini dapat lebih parah.
Anda juga dapat terinfeksi ulang dengan jenis HIV lain. Jenis HIV yang baru ini mungkin tidak dapat dikendalikan dengan obat-obatan yang anda gunakan. Jenis ini juga mungkin resisten terhadap obat antiretroviral lain. Tidak ada cara untuk mengetahui seberapa berisiko hubungan seksual dua orang yang telah terinfeksi HIV. Mengikuti panduan seks lebih aman dapat mengurangi risiko tersebut.
Menggunakan alkohol atau napza sebelum atau selama seks lebih meningkatkan kemungkinan anda tidak mengikuti panduan seks lebih aman. Hati-hati bila anda pernah menggunakan alkohol atau napza.
Tentukan tingkat risiko yang dapat anda terima. Ketahui seberapa besar perlindungan yang ingin anda gunakan selama melakukan berbagai jenis kegiatan seksual. Sebelum anda melakukan hubungan seks,
Infeksi HIV dapat terjadi selama kegiatan sekstual. Seks itu aman hanya bila tidak ada HIV, tidak ada darah atau cairan seksual, atau tidak ada cara HIV dapat masuk ke dalam tubuh.
Anda dapat mengurangi risiko infeksi bila anda menghindari kegiatan tak aman atau bila anda menggunakan pelindung seperti kondom. Tentukan batasan anda dan jangan langgar.
[Sumber: AIDS InfoNet]
Orang HIV+ berhak untuk memperoleh "... kehidupan seksual dan emosional yang penuh dan terpuaskan sama seperti orang lain" (Prinsip Denver, 1983). Pencegahan bagi orang yang positif bertujuan untuk menginformasikan orang yang hidup dengan HIV mengenai:
Pencegahan bagi orang positif membantu orang yang hidup dengan HIV untuk menghindari terinfeksi penyakit-penyakit lain (koinfeksi), terutama penyakit menular seksual (PMS). Penyakit-penyakit lain ini dapat memberi beban terhadap sistim kekebalan tubuh, terutama bila sistim ini sudah lemah akibat HIV. Selain itu, orang HIV+ dapat terinfeksi jenis lain HIV yang mungkin berbeda dengan jenis yang ia miliki. Beberapa “mutasiâ€Â (perubahan genetis) pada HIV dapat menyebabkan virus tersebut resisten terhadap beberapa obat HIV. Mutasi-mutasi resisten ini dapat ditularkan dari satu orang HIV+ ke orang HIV+ lain. Mengapa hal ini penting? Karena beberapa pengobatan HIV mungkin tidak efektif bahkan sebelum orang tersebut mengkonsumsinya. Pencegahan bagi orang positif juga penting untuk memperlambat penyebaran infeksi HIV baru.
Tidak. Pencegahan untuk orang positif menekankan pada dua bidang:
Namun orang dengan HIV+ sebaiknya melakukan pencegahan umum terhadap segala jenis penyakit termasuk penyakit-penyakit kronis (bertahan lama), seperti diabetes dan hipertensi, serta penyakit-penyakit akut (bertahan untuk jangka waktu pendek) seperti flu atau cacar air – sama seperti orang HIV-negatif. Sangat penting bagi orang dengan HIV untuk menyadari bahwa segala pesan kesehatan/pencegahan bagi masyarakat umum mungkin menjadi lebih penting bagi mereka karena status kekebalan tubuh mereka.
Penelitian menunjukkan bahwa viral load memainkan peran dalam seberapa tinggi kemungkinan seseorang menularkan HIV kepada orang lain melalui hubungan seks. Seseorang HIV+ dapat juga memperkecil kemungkinan penularan dengan menekan viral loadnya serendah mungkin dengan menggunakan pengobatan HIV. Namun penelitian lain juga menunjukkan bahwa viral load yang ditemukan dalam darah dapat berbeda dengan viral load dalam saluran dan cairan kelamin. Seringkali viral load dalam saluran kelamin dapat lebih tinggi daripada yang ditemukan dalam darah, dimana viral load HIV biasanya diukur. Karenanya tetap penting bagi orang dengan HIV+ untuk mempraktikkan seks aman dengan pasangannya. Viral load yang rendah atau "tidak terdeteksi"Â hanyalah lapisan pelindung lain dengan mengurangi resiko penularan.
Seseorang HIV+ dapat membuat penggunaan napza lebih aman dengan melakukan hal tersebut di bawah:
Berikut adalah hambatan utama bagi pencegahan untuk orang dengan HIV+:
kepada mereka yang secara tidak sengaja terpajan HIV pada situasi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan (PPP untuk pajanan berhubungan dengan pekerjaan, seperti luka tertusuk alat suntik pada petugas kesehatan, telah lama dianjurkan, dan telah diberikan juga di Indonesia).Pada tahun 2005, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat menganjurkan profilaksis pasca pajanan atau PPP ditawarkan
PPP adalah terapi HIV yang digunakan orang yang HIV-negatif yang telah terpajan HIV. Bila digunakan pada waktu yang cepat, PPP dapat mencegah orang tersebut terinfeksi HIV. PPP mengharuskan orang tersebut memulai menggunakan obat HIV dalam waktu 72 jam (3 hari) sejak kemungkinan terjadinya pajanan HIV. Seseorang yang menggunakan PPP harus mengkonsumsi 2 atau 3 obat HIV selama paling tidak 1 bulan. Obat-obatan HIV ini seringkali menimbulkan efek samping yang mengakibatkan sulitnya meneruskan terapi. Namun, anda harus selalu konsultasi dengan dokter anda sebelum menghentikan terapi PPP.
Di Indonesia PPP untuk situasi yang berhubungan dengan pekerjaan, khususnya pada petugas medis, telah banyak digunakan. Namun untuk masyarakat umum dan untuk situasi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, PPP masih sangat jarang diberikan.
[Sumber: TheBody.com]