Bila hasil tes anda positif HIV, mungkin sulit untuk mengetahui kepada siapa anda dapat membuka status, dan bagaimana cara terbaik untuk melakukannya.
Membuka status kepada orang lain dapat bermanfaat karena:
Menginformasikan orang lain dapat berdampak buruk karena:
Anda tidak harus menginformasikan semua orang. Gunakan waktu untuk menentukan kepada siapa anda ingin menginformasikan dan pendekatan seperti apa yang akan anda gunakan. Pastikan anda siap. Ingat, sekalinya anda memberi tahu seseorang, mereka tidak akan pernah lupa bahwa anda HIV-positif.
Berikut beberapa hal yang perlu anda pikirkan saat anda berniat memberitahu seseorang mengenai status HIV-positif anda:
Orang-orang yang mungkin terdampak HIV dari anda Sangatlah sulit untuk memberitahu status anda kepada pasangan seksual atau orang-orang yang pernah berbagi jarum suntik dengan anda. Namun, sangat penting bagi mereka untuk mengetahui hal tersebut, sehingga mereka dapat memutuskan untuk melakukan testing dan, bila mereka ternyata positif, memperoleh perawatan kesehatan yang mereka butuhkan.
Anda mungkin ingin memberitahu orang yang memperkerjakan anda apabila penyakit HIV atau perawatannya menghambat pekerjaan anda. Bawa surat dari dokter anda yang menjelaskan apa yang anda butuhkan bagi kesehatan anda (misalnya minum obat, istirahat, dsb.). Bicarakan dengan atasan anda atau direktur HR. Beritahu mereka bahwa anda ingin tetap bekerja, dan perubahan-perubahan apa saja yang mungkin dibutuhkan dalam jadwal atau beban kerja anda. Pastikan mereka mengerti bahwa anda ingin status HIV anda tetap dirahasiakan.
Memberitahukan orangtua, anak-anak, atau anggota keluarga lainnya bahwa anda HIV-positif adalah sebuah keputusan yang sulit. Banyak orang takut anggota keluarga mereka akan merasa terluka atau marah. Orang lain merasa dengan tidak memberitahukan anggota keluarga, mereka justru memberi jarak dan mungkin menghalangi mereka dari dukungan emosional dan kasih sayang yang mereka inginkan. Anda mungkin akan merasa tertekan untuk menyimpan suatu rahasia sepenting ini dari orang-orang terdekat anda.
Anggota keluarga anda mungkin akan merasa lebih lega karena tahu anda memperoleh perawatan kesehatan yang baik, bahwa anda merawat diri anda sendiri, dan mengenai jaringan dukungan yang anda miliki.
Apakah anda ingin memberitahu penyedia layanan kesehatan mengenai status HIV anda itu tergantung anda. Apabila penyedia layanan kesehatan, termasuk dokter gigi, mengetahui anda HIV-positif, seharusnya mereka dapat memberi anda layanan yang lebih tepat. Semua penyedia layanan kesehatan seharusnya telah melindungi diri sendiri dari segala penyakit yang disandang darah pasiennya. Bila penyedia layanan ini kemungkinan akan bersentuhan dengan darah anda, anda dapat mengingatkan mereka untuk mengenakan sarung tangan.
Orang dengan HIV mungkin akan merasa terancam dengan berkencan. Ketakutan akan penolakan membuat banyak orang menghindar dari pembicaraan mengenai status HIV mereka. Ingat bahwa tiap situasi berbeda dan anda tidak harus memberitahu semua orang. Apabila anda tidak berada dalam keadaan dimana HIV dapat ditularkan, anda tidak perlu buka suara. Cepat atau lambat dalam sebuah hubungan, berbicara mengenai status HIV anda akan menjadi penting. Lebih lama anda menundanya, maka akan lebih sulit untuk memulainya.
[Sumber: TheBody.com]