Pengobatan

Lupakan apa yang anda pernah dengar tentang pengobatan HIV. Pengobatan HIV di tahun 2006 jauh lebih maju dari apa yang pernah ada dua tahun sebelumnya. Pengobatan baru yang penting, serta pengobatan yang terdahulu yang telah teruji keampuhannya kini dapat dikonsumsi dengan frekwensi lebih jarang serta dengan efek samping yang lebih ringan.

Untuk memastikan perlu tidaknya anda segera memulai pengobatan HIV, dokter anda akan melakukan dua jenis tes darah:

  • Tes viral load untuk melihat banyaknya HIV dalam darah, dan
  • Tes T-cell, juga disebut tes jumlah CD4, yang melihat seberapa kuat sistim kekebalan tubuh anda.

Berdasarkan hasil tes viral load dan CD4, anda dan dokter anda akan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai seberapa jauh perkembangan HIV dalam tubuh anda, dan kapan anda sebaiknya memulai pengobatan HIV.

Secara umum anda sebaiknya mengunjungi dokter anda setiap tiga hingga enam bulan untuk melihat perkembangan HIV dalam tubuh anda. [Sumber: TheBody.com]

Kepatuhan

Memastikan anda mengkonsumsi obat pada waktu yang tepat, dengan dosis yang tepat dan dengan cara yang tepat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengobatan anti-HIV anda, selain juga obat-obatan lain yang mungkin diresepkan untuk anda. 

Dosis antiretroviral untuk ODHA dewasa

Berdasarkan buku Pedoman Nasional Terapi Antiretroviral yang diterbitkan Departemen Kesehatan RI, Direktoral Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, tahun 2004.

Menghentikan pengobatan dalam keadaan darurat: Panduan untuk orang HIV+

Siapa saja yang mengalami keadaan darurat, telah terekspos banjir atau air atau udara yang terkontaminasi, yang terpaksa dievakuasi, dsb. harus secepatnya menerima evaluasi medis. Orang dengan HIV/AIDS harus berkonsultasi dengan petugas kesehatan, lebih baik bila ia adalah orang yang berpengalaman menangani HIV, secepatnya. Hal ini menjadi lebih penting bila orang tersebut memiliki kondisi kesehatan lain (diabetes, penyakit lever atau ginjal, penyakit jantung, kanker, dsb) selain HIV/AIDSnya.

Tips pengelolaan efek samping

Efek samping biasanya terjadi begitu memulai pengobatan anti-HIV baru, namun kemudian berkurang atau hilang sama sekali setelah beberapa minggu. Di kala lain efek samping bertahan selama obat tersebut digunakan.

Banyak gejala yang berkenaan dengan efek samping obat juga merupakan keadaan yang dihadapi orang ketika mereka memiliki kondisi kesehatan lainnya. Hal ini dapat termasuk infeksi, ketimpangan hormonal, kehamilan, depresi atau HIV.

Efek samping

Efek samping adalah dampak dari obat-obatan yang tidak diinginkan. Obat-obatan diresep untuk maksud tertentu, misalnya untuk menangani HIV. Dampak lain obat adalah efek samping. Ada beberapa efek samping yang ringan, seperti sakit kepala yang ringan. Efek samping lain, misalnya kerusakan hati, dapat parah, dan kadang kala gawat. Ada beberapa efek samping yang bertahan hanya beberapa hari atau minggu, sementara yang lain dapat bertahan selama obat yang mengakibatkannya masih dipakai, atau bahkan setelah dihentikan.

Syndicate content