Perempuan, Anak dan HIV

Setelah lebih dari 25 tahun dan 25 juta kematian, dunia belum juga menyadari bahwa HIV bukan hanya masalah laki-laki. Walaupun hal ini banyak terlewatkan oleh media -- dan bahkan oleh mereka yang berada dalam bidang pelayanan dan kebijakan kesehatan -- HIV pelan-pelan telah menjadi penyebab kematian ketiga untuk perempuan di Amerika Serikat, hanya setingkat di bawah kanker dan penyakit jantung. HIV juga telah menjadi penyebab utama kematian bagi perempuan Afrika-Amerika usia antara 25 dan 34 tahun. [Sumber: TheBody.com]

Anak dan HIV

Sebagian besar anak di bawah usia 10 tahun yang terinfeksi HIV tertular oleh ibunya. Penularan dapat terjadi dalam kandungan, waktu melahirkan atau melalui menyusui. Belum ada kasus anak yang terinfeksi akibat kegiatan sehari-hari di rumah, walaupun ibunya atau anggota keluarga lain HIV-positif. Sebaliknya, HIV tidak dapat menular melalui hubungan langsung dengan anak, misalnya memeluk, mencium, memandikan, mengganti popok, atau waktu bermain.

Kehamilan dan HIV

HIV, virus penyebab AIDS, dapat menular dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayinya. Tanpa upaya pencegahan, kurang-lebih 30 persen bayi dari ibu yang terinfeksi HIV menjadi tertular juga.

Perempuan dan HIV

Saat ini, hanya ada sedikit penelitian yang secara khusus membidik pada perempuan dengan HIV/AIDS. Belum ada bukti bahwa perempuan secara klinis mengalami HIV lebih parah daripada laki-laki. Beberapa penilitian beranggapan bahwa HIV dapat mempengaruhi perempuan secara berbeda dibandingkan laki-laki, mungkin dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih besar pada sistem kekebalan tubuh dalam waktu yang lebih dini.

Perbedaan, jika ada, mungkin disebabkan oleh perbedaan fisik, sosial atau psikologis. HIV dapat mempengaruhi:

Syndicate content