Vitamin dan zat mineral
Vitamin dan zat mineral biasa disebut juga nutrisi mikro. Tubuh anda hanya memerlukan nutrisi mikro dalam jumlah sedikit untuk mendukung reaksi kimia yang diperlukan oleh sel tubuh agar dapat hidup. Berbagai macam nutrisi dapat berdampak pada pencernaan, sistem susunan saraf, pikiran, dan proses tubuh yang lain.
Nutrisi mikro terkandung dalam banyak bahan makanan. Orang yang sehat mungkin mendapatkan cukup vitamin dan zat mineral dari makanannya saja. Odha atau orang dengan penyakit lain membutuhkan lebih banyak nutrisi mikro untuk membantu memperbaiki dan memulihkan sel yang rusak. Selain itu, beberapa jenis obat dapat menyebabkan kekurangan berbagai jenis nutrisi.
Apa itu Antioksidan?
Beberapa molekul dalam tubuh adalah dalam bentuk yang disebut teroksidasi. Molekul ini juga dikenal sebagai radikal bebas (free radical). Molekul ini bereaksi secara mudah dengan molekul lain, dan dapat merusak sel tubuh. Kadar radikal bebas yang tinggi tampaknya menyebabkan banyak kerusakan yang berkaitan dengan proses penuaan.
Radikal bebas diproduksi sebagai bagian dari reaksi kimia normal tubuh. Antioksidan merupakan molekul yang dapat menghambat radikal bebas bereaksi dengan molekul lain. Ini membatasi kerusakan yang dilakukan oleh radikal bebas. Ada beberapa macam nutrisi yang merupakan antioksidan.
Antioksidan penting bagi Odha, karena infeksi HIV mempertinggi tingkat radikal bebas. Lagi pula radikal bebas dapat memacu kegiatan HIV. Pada tingkat yang lebih tinggi antioksidan dapat memperlambat penggandaan HIV dan membantu memperbaiki sebagian kerusakan yang disebabkan oleh virus tersebut.
Berapa banyak yang anda butuhkan?
Mungkin anda berpikir bahwa anda dapat memperoleh cukup vitamin dan zat mineral dengan mengkonsumsi pil multivitamin satu kali sehari. Sayangnya, tidak semudah itu. Jumlah nutrisi mikro dalam kebanyakan pil tersebut dibuat berdasarkan pada kebutuhan diet yang dianjurkan (Recommended Dietary Allowances/RDA), yang disusun oleh pemerintah Amerika Serikat.
Masalah dengan RDA adalah bahwa jumlah nutrisi yang ditetapkan RDA tidak cocok bagi Odha. Sebaliknya, anjuran RDA merupakan jumlah minimal untuk mencegah kekurangan gizi bagi orang yang sehat. Penyakit HIV dan beberapa obat AIDS dapat menghilangkan beberapa nutrisi. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa Odha membutuhkan nutrisi dengan jumlah enam sampai 25 kali RDA. Namun, sebuah pil multivitamin yang sangat manjur merupakan cara yang baik untuk memperoleh nutrisi mikro dasar.
Nutrisi mana yang penting?
Belum ada banyak penelitian yang dilakukan mengenai nutrisi tertentu terkait dengan penyakit HIV. Namun satu penelitian menunjukkan bahwa perempuan hamil di Tanzania mendapatkan manfaat besar dari suplemen multivitamin. Juga, banyak nutrisi yang saling berinteraksi. Kebanyakan ahli gizi menganjurkan untuk merencanakan program tambahan nutrisi secara menyeluruh.
Odha dapat memperoleh manfaat dengan memakai tambahan vitamin dan zat mineral seperti berikut:
- Vitamin B: Vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B6 (piridoksin), vitamin B12 (kobalamin), dan folat (asam folat)
- Antioksidan, termasuk beta-karoten (tubuh mengurai beta karoten untuk membuat vitamin A), zat selenium, vitamin E (tokoferol), dan vitamin C.
- Zat magnesium dan seng.
Bagaimana dengan zat tambahan lain?
Selain vitamin dan zat mineral, beberapa ahli gizi menyarankan Odha untuk memakai tambahan nutrisi lain:
- Asidofilus, semacam bakteri yang berkembang secara alami dalam usus, membantu pencernaan.
- Asam alfa-lipoik adalah antioksidan kuat yang dapat meringankan gangguan mental dan neuropati.
- Karnitin (juga disebut sebagai asetil-L-karnitin) mungkin mencegah wasting dan memberi manfaat lain kepada kekebalan dan metabolisme.
- Koenzim Q10 mungkin membantu fungsi kekebalan tubuh.
- Asam lemak esensial (essential fatty acid) yang terdapat pada evening primrose oil atau flaxseed oil dapat membantu kulit yang kering.
- N-Asetil-Sistein, suatu antioksidan, dapat membantu memelihara tingkat glutation dalam tubuh. Glutation adalah salah satu antioksidan utama dalam tubuh.
Apakah nutrisi suplemen dapat berbahaya?
Kebanyakan vitamin dan zat mineral tampaknya aman sebagai suplemen, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang dianjurkan oleh RDA. Namun sebagian diantaranya dapat menyebabkan masalah jika dikonsumsi dalam dosis yang tertalu tinggi, termasuk vitamin A, vitamin D, niasin, dan zat tembaga, besi, selenium, dan seng.
Program dasar tambahan vitamin dan zat mineral seharusnya aman. Ini meliputi yang berikut (semua yang sesuai dengan petunjuk yang ada di kemasan):
- Pil multivitamin/zat mineral (tanpa zat besi tambahan),
- Suplemen antioksidan dengan berbagai kadungan, dan
- Suplemen trace element. Ada tujuh elemen yang dibutuhkan: krom, tembaga, kobalt, yodium, besi, selenium, dan seng. Beberapa pil multivitamin juga mengandung elemen ini.
Program tambahan lain sebaiknya dibahas dahulu dengan dokter atau ahli gizi. Ingat bahwa harga mahal bukan berarti mutu semakin tinggi.
[Sumber: Lembaran Informasi Spiritia LI601]







