Imunisasi yang dianjurkan untuk HIV-positif dewasa
Submitted by admin on Mon, 25/06/2007 - 14:48
Informasi berdasarkan: (1) National Immunization Program Additional Information for Adolescent and Adult Vaccines. Centers for Disease Control Website. Tersedia di http://www.cdc.gov/nip/recs/adult-specinfo.htm. Diambil Maret 23, 2006, dan (2) Recommended Adult Immunization Schedule oleh Vaccine and Age Group. Centers for Disease Control Website. Tersedia di http://www.cdc.gov/nip/recs/adult-schedule.pdf. Diambil Maret 23, 2006.
[Sumber: AIDSinfo]
|
Jenis Imunisasi
|
Penyakit Terkait
|
Dosis
|
Komentar dan Peringatan
|
|---|---|---|---|
|
Dianjurkan bagi semua orang dewasa HIV-positif
|
|||
|
Virus Hepatitis B (HBV)
|
Hepatitis B
|
3 suntikan dalam periode 6 bulan
|
Dianjurkan kecuali terdapat bukti kekebalan atau hepatitis aktif. Tes darah untuk memastikan tingkat antibodi HBV diperlukan setelah rangkaian imunisasi berakhir. Suntikan tambahan mungkin dibutuhkan bila tingkat antibodi terlalu rendah.
|
|
Influenza
|
Flu
|
1 suntikan
|
Harus diberikan tiap tahun. Hanya vaksin flu suntik yang sebaiknya diberikan pada mereka yang HIV-positif. Vaksin semprot (FluMist/LAIV) sebaiknya tidak diberikan untuk populasi ini.
|
|
Cacar, mumps dan Rubella (MMR)
|
1. Cacar 2. Mumps 3. Rubella (Cacar Jerman) |
1 atau 2 suntikan
|
Satu-satunya vaksin hidup yang dianjurkan untuk orang HIV positif dewasa. Orang yang lahir sebelum 1957 tidak perlu diberikan vaksin ini. Orang dewasa HIV positif dengan jumlah CD4 <200 sel/mm3, yang memiliki sejarah penyakit terkait AIDS, atau memiliki gejala klinis HIV tidak boleh menerima vaksin MMR. Tiap komponen dapat diberikan secara terpisah bila diperlukan untuk memperoleh tingkatan antibodi yang diperlukan.
|
|
Polysaccharide pneumococcal
|
Pneumonia
|
1 atau 2 suntikan
|
Sebaiknya diberikan begitu didiagnosa HIV, kecuali bila divaksinasi dalam 5 tahun terakhir. Bila jumlah CD4 <200 sel/mm3 ketika diberi vaksin, imunisasi harus diulang bila jumlah CD4 ≥200 sel/mm3. Ulangi tiap 5 tahun.
|
|
Tetanus dan Difteria Toksoid (Td)
|
1. Lockjaw 2. Difteri |
1 suntikan
|
Ulangi tiap 10 tahun.
|
|
Dianjurkan bagi sebagian orang dewasa HIV-positif
|
|||
|
Virus Hepatitis A (HAV)
|
Hepatitis A
|
2 suntikan dalam periode 1 atau 1.5 tahun
|
Dianjurkan untuk pekerja kesehatan, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, pengguna napza suntik, orang dengan penyakit lever kronis (termasuk hepatitis B atau C kronis), hemofilia, dan orang yang akan pergi ke beberapa tempat di dunia.
|
|
Vaksin kombinasi Hepatitis A/Hepatitis B (Twinrix)
|
1. Hepatitis A 2. Hepatitis B |
3 suntikan dalam periode 1 tahun
|
Dapat digunakan pada mereka yang membutuhkan sekaligus imunisasi HAV dan HBV.
|
|
Haemophilus influenzae tipe B
|
Bakterial meningitis
|
1 suntikan
|
Orang dewasa HIV-positif beserta penyedia pelayanan kesehatan mereka perlu membahas apakah imunisasi Haemophilus influenzae diperlukan.
|
|
Meningococcal
|
Bakterial meningitis
|
1 suntikan
|
Dianjurkan bagi mahasiswa, tentara dan orang-orang yang bepergian ke beberapa tempat di dunia.
|
|
Tidak dianjurkan bagi orang dewasa HIV-positif
|
|||
|
Anthrax
|
Anthrax
|
Vaksin smallpox dan varicella yang sekarang ada merupakan vaksin hidup. Kecuali vaksin MMR, vaksin hidup tidak dianjurkan bagi orang dengan HIV. Walaupun vaksin anthrax yang sekarang berlisensi tidak untuk vaksin hidup, Komite Penasehat untuk Praktik Imunisasi tidak menganjurkan vaksinasi rutin anthrax.
|
|
|
Smallpox
|
Smallpox
|
||
|
Varicella
|
Chicken pox
|
||
|
Varicella-zoster*
|
Shingles
|
||
* Imunisasi untuk orang dewasa usia 60 tahun atau lebih.
Trackback URL for this post:
http://www.odhaindonesia.org/trackback/257







