Perubahan pengobatan dan lipodistrofi
Beberapa obat anti-HIV dapat menyebabkan perubahan lemak tubuh termasuk hilangnya lemak dari wajah, tungkai dan bokong, atau bertambahnya lemak dari organ-organ internal di perut atau bertambahnya lemak di sekitar bahu. Jenis-jenis efek samping seperti ini seringkali disebut lipodistrofi.
Khususnya untuk dua obat - jenis NRTI d4T dan AZT - sering dihubungkan dengan kehilangan lemak, dan kedua obat tersebut kini tidak dianjurkan digunakan di beberapa negara, termasuk di Inggris. Namun, keduanya masih merupakan pilihan obat penting di banyak negara berkembang.
Penelitian dari Inggris yang memfokuskan pada protease inhibitor menemukan bahwa mengubah obat ke protease inhibitor atazanavir (Reyataz) yang di-boost dengan ritonavir tidak mengurangi penambahan lemak inti. Para peneliti tersebut menggunakan scan untuk melihat tingkat-tingkat lemak pada pasien yang mengubah pengobatan ke atazanavir dan mereka yang tetap menggunakan Kaletra (lopinavir/ritonavir). Tidak ada perubahan pada tingkat lemak di bagian perut setelah satu tahun.
Atazanavir lebih sedikit kemungkinannya untuk mengakibatkan peningkatan lemak darah daripada protease inhibitor lain, dan diharapkan dengan mengubah ke obat jenis ini dapat memberi dampak positif pada bentuk tubuh. Olah raga dan diet sepertinya merupakan cara satu-satunya untuk mengatasi lemak di organ-organ penting seperti jantung dan hati (visceral fat), yang dianggap sebagai "tantangan paling penting" oleh para peneliti.
Ia juga beranggapan bahwa pengobatan dengan protease inhibitor mungkin bukan alasan terjadinya penimbunan visceral fat.
Penelitian yang terpisah melihat dampak dari lemak tungkai akibat beralih dari AZT/3TC (Combivir) ke tenofovir/FTC (Truvada). Separoh pasien pada penelitian tersebut tetap menggunakan Combivir, sementara yang lain berubah ke Truvada. Perubahan pada lemak tungkai diperiksa setelah enam bulan menggunakan scan.
Secara keseluruhan terdapat sedikit penambahan, namun tidak signifikan, pada lemak tungkai pada pasien yang beralih ke Truvada, dan pasien yang tetap dengan Combivir terus kehilangan lemak. Namun beralih ke Truvada sepertinya lebih memberi manfaat bagi pasien dengan masalah kehilangan lemak yang lebih banyak.
Ada kemungkinan bahwa penelitian tersebut tidak terlalu lama. Penelitian-penelitian lain menunjukkan bahwa terkadang butuh waktu hingga dua tahun setelah mengubah pengobatan hingga perubahan yang bermakna terlihat.
[Laporan aidsmap dari XVII International AIDS Conference :: 3-8 August 2008, Mexico City]








Post new comment