Memiliki anak
Dengan perawatan medis yang baik, perempuan HIV-positif dapat melahirkan bayi yang sehat tanpa menularkan HIVnya. Namun para peneliti di Thailand menemukan bahwa perempuan HIV-positif dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan melahirkan bayi dengan berat badan sangat rendah.
Kondisi ini, yang dikenal sebagai retardasi pertumbuhan intrauterine, secara umum berarti bayi dilahirkan dengan berat badan kurang dari 2.5 kg, dan rentan terhadap penyakit-penyakit serius serta kematian. Di negara-negara bersumberdaya terbatas, ini mungkin disebabkan sang ibu yang kurang gizi atau terkena malaria. Di negara-negara yang lebih kaya seperti di Inggris, merokok merupakan penyebab umum retardasi pertumbuhan intrauterine.
Berita baiknya adalah bahwa para peneliti percaya bila perempuan hamil mengkonsumsi kombinasi obat HIV begitu jumlah CD4nya jatuh di bawah 200 sel/mm3, tidak hanya kesehatannya yang akan membaik, tapi juga akan membantu mencegah menularnya HIV ke bayi dan mengurangi risiko berat badan rendah. Di Inggris, panduan pengobatan merekomendasikan pasien memulai terapi pada 350 sel/mm3.
Perempuan HIV-positif yang secara rutin melakukan pemeriksaan di klinik HIV akan dapat menanyakan kapan waktu yang tepat untuk memulai pengobatan. Dokter anda juga dapat membahas jenis pengobatan apa yang paling tepat bila anda hamil atau berencana memiliki anak - klinik anda dapat juga membantu mengatasi isu-isu kesehatan lain yang penting, seperti nutrisi dan bantuan berhenti merokok.
[Sumber: HIV Weekly, March 25, 2009]








gmana caranya perempuan
gmana caranya perempuan negatif dgn laki2 positive (cd4 480) mempunyai anak?????
wah info yang bagus nech....
wah info yang bagus nech.... tapi bagaimana dengan ibu yang positif AIDS? apakah bayinya sudah tentu pasti tertular juga??
Belum tentu, dan risiko bayi
Belum tentu, dan risiko bayi tertular dapat terus ditekan dengan dilakukannya terapi. Silahkan liat bagian "Perempuan, anak & HIV" untuk lebih lengkapnya
Post new comment