Pengobatan HIV untuk anak dan remaja
Banyak dokter yang mengira terapi HIV berarti seseorang dengan HIV punya kesempatan untuk hidup sehat lebih lama.
Namun, pengobatan HIV - sebagaimana juga jenis-jenis obat lain - punya efek samping. Beberapa obat anti-HIV dikaitkan dengan perubahan bentuk tubung - yang mana seseorang telah kehilangan lemak atau bertambah lemak di bagian-bagian tubuh yang berbeda. Obat anti-HIV juga sering dikaitkan dengan perubahan metabolisme (kimiawi) di dalam tubuh, seperti meningkatnya kolesterol dan glukose (lemak darah dan gula darah).
AZT (zidovudine, Retrovir) dan d4T (stavudine, Zerit) adalah dua obat utama penyebab efek samping ini, yang juga sering disebut lipodistrofi. Namun kini kita tau bahwa protease inhibitor dapat juga menyebabkan perubahan metabolisme pada beberapa orang, dan bahwa pengobatan HIV jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung (kardiovaskular).
Akibat perubahan bentuk badan, yang mungkin signifikan dan mengganggu orang - para dokter kini jarang menganjurkan AZT dan d4T pada mereka yang baru mulai pengobatan. Tapi orang yang terinfeksi HIV pada saat lahir dan telah melakukan pengobatan HIV selama beberapa tahun seringkali harus mengkonsumsi obat-obatan ini.
Para peneliti di Amerika menemukan bahwa anak-anak dan remaja dalam situasi ini memiliki tingkat "lemak tungkai" yang lebih rendah daripada orang HIV-negatif pada usia yang sama. Mereka juga menemukan bahwa anak-anak dan remaja HIV-positif memiliki tingkat kolesterol total dan LDL yang lebih tinggi, tingkat kolesterol HDL yang lebih rendah dan tingkat insulin yang lebih tinggi.
Orang yang terinfeksi sejak lahir menghadapi keharusan mengkonsumsi obat anti-HIV sepanjang hidup mereka dan penelitian ini menyarankan agar lebih berhati-hati untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Perubahan gaya hidup seperti pola makan yang sehat, berolahraga dan tidak merokok membantu kesehatan, dan penting bagi orang dengan HIV. Klinik HIV dapat membantu dalam melihat kembali pola hidup dan bagaimana cara terbaik mengurangi risiko penyakit jantung.
[Sumber: HIV Weekly, March 25 2009]








apa orang dengan hiv itu
apa orang dengan hiv itu punya rasa percaya diri yang rendah atau mereka menjalankan hidup dengan biasa-biasa saja.
saya ingin sekali bersosialisasi langsung dengan mereka.
tapi apa mereka dapat memberi celah pada orang luar untuk masuk dunia mereka
tolong beritahu saya cara bergabung dengan mereka
Yang tidak kalah penting
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memberikan edukasi dan pencerahan bagi generasi muda. Ini adalah faktor utama dalam mengurangi tingkah laku berisiko..
Post new comment