Air minum
Bila anda memiliki sistim kekebalan tubuh yang sangat lemah, sebaiknya anda lebih berhati-hati dalam minum air. Sumber air minum di Indonesia tidak bebas dari cryptosporidium atau organisme lain yang dapat mengakibatkan diare pada orang dengan HIV-positif yang memiliki jumlah CD4 sangat rendah.
Sekali terkena, cryptosporidium hampir tidak mungkin dihilangkan dari orang HIV-positif dengan jumlah CD4 di bawah 200 dan dapat mengakibatkan diare serius dan kesulitan menyerap makanan dan minuman. Hal ini merupakan infeksi oportunistik yang serius, dan hingga kini masih sulit untuk disembuhkan.
Orang dengan jumlah CD4 di atas 200 sepertinya telah membentuk respon kekebalan yang cukup untuk mengendalikan cryptosporidium, mereka mungkin tetap akan mengalami diare.
Apabila anda memfilter air terhadap cryptosporidium, filter tersebut harus memiliki pori yang sangat kecil. Air yang telah difilter harus disimpan dalam kulkas. Bila dibiarkan pada temperatur ruangan, air tersebut lebih besar kemungkinannya untuk terkontaminasi bakteri daripada air ledeng biasa, karena proses filter menghilangkan klorin yang merupakan zat tambahan air ledeng.
Cara lain untuk menghilangkan organisme dari air adalah dengan memasak air minum selama paling tidak satu menit. Cara memasak air yang lama ini diperlukan untuk memastikan keseluruhan air telah mencapai titik didih; ceret otomatis akan berhenti secara otomatis ketika air yang menyentuh filamen mencapai titik didih. Beberapa ahli keamanan air mengatakan bahwa hal ini kurang lama untuk memastikan seluruh organisme dalam air telah mati.
Banyak orang yang berasumsi bahwa air mineral dalam botol selalu lebih aman, namun ini tidaklah benar. Sumber-sumber air mineral dalam botol juga tidak dapat diskrining terhadap cryptosporidium serta bakteri-bakteri lain yang tidak terdapat dalam air ledeng berklorin telah ditemukan dalam beberapa merek air mineral botol.
Penting untuk diingat bahwa air minum termasuk juga air yang anda gunakan untuk menggosok gigi dan menyiapkan atau membersihkan makanan (bagi orang dengan jumlah CD4 di bawah 200, hal ini artinya anda harus selalu berhati-hati). Air minum juga termasuk es dalam minuman, yang biasanya dibuat dari air ledeng.
Air minum mungkin juga mengandung bakteri yang dapat mengakibatkan diare, Dalam air botol maupun air ledeng, bakteri-bakteri ini biasanya telah diisolasikan, dan satu-satunya cara untuk mematikan bakteri ini adalah dengan memasak air atau menggunakan filter air dengan pori yang sangat kecil, bahkan lebih kecil daripada filter-filter yang direkomendasikan untuk membunuh cryptosporidium.
Biasakan untuk memasak air sehari sekali dan menyimpannya dalam kulkas. Jangan menggunakan air yang telah dimasak lebih dari 12 jam, walau air tersebut telah disimpan dalam kulkas.
Sayangnya, tidak mungkin untuk memonitor kualitas air yang anda minum atau yang digunakan untuk membersihkan makanan di luar rumah. Dalam kondisi seperti ini, kebijakan yang paling baik adalah untuk menghindari salad dan makanan mentah lain, serta minum air botol dari sumber air pegunungan, yang paling kecil kemungkinan terkontaminasi cryptosporidium.
Bir, jus buah terpasteurisasi serta minuman ringan dalam botol/kaleng tidak berisiko infeksi cryptosporidium.
Berenang di laut atau sungai tidak dianjurkan bagi orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, karena masalah polusi dan air bawaan got. Berenang hanya di kolam renang berklorin.
[Sumber: aidsmap]







