Dari mana saya mulai?

Mengetahui bahwa tes darah AIDS anda hasilnya positif merupakan hal yang sangat menakutkan, namun ini bukanlah vonis mati. Tes tersebut berarti anda telah terinfeksi virus yang menyebabkan AIDS, yaitu human immunodeficiency virus (HIV). Walaupun hingga kini belum ada obat untuk penyakit HIV, terdapat banyak pengobatan baru yang dapat membantu mengendalikan penyakit ini. 

Saat pertama kali anda mengetahui telah terinfeksi HIV, anda akan butuh waktu untuk membiasakan diri terhadap perubahan dalam hidup anda. Anggota keluarga atau teman-teman mungkin dapat membantu anda, atau anda dapat berbicara dengan konselor atau pekerja sosial. Tenanglah dan jangan merasa anda harus memberitahukan orang lain dengan segera mengenai status HIV anda. Lalu mulailah melakukan langkah-langkah selanjutnya:

  • Belajar lebih banyak mengenai penyakit HIV.
  • Awasi sistim kekebalan tubuh anda.
  • Ambil keputusan bagaimana anda ingin menangani HIV.

 

Belajar lebih banyak tentang HIV

HIV merupakan virus yang dapat berkembang secara cepat dalam tubuh. Tanpa pengobatan, HIV dapat mengakibatkan kekebalan tubuh anda sangat lemah. Bila hal ini terjadi, anda mungkin akan mengalami "infeksi oportunistik". Kuman-kuman biasa dapat mengakibatkan infeksi-infeksi ini. Orang dengan kekebalan tubuh yang sehat dapat terekspos kuman-kuman ini dan tidak menjadi sakit. Kuman-kuman yang sama dapat mengakibatkan penyakit yang parah pada orang dengan kekebalan tubuh lemah.

Medikasi pertama untuk HIV disahkan pada tahun 1987. Kini terdapat banyak obat-obatan yang dapat membantu memperlambat virus HIV. Kebanyakan orang dengan virus HIV kini dapat hidup sehat selama bertahun-tahun.

Anda mungkin akan punya banyak pertanyaan mengenai penyakit HIV. Terdapat banyak sumber informasi yang bagus, termasuk:

  • Manajer Kasus HIV atau penyedia layanan kesehatan anda
  • Dinas kesehatan lokal anda

Hati-hati dengan informasi yang anda terima - verifikasi dengan penyedia layanan kesehatan anda atau sumber lain untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

 

Awasi sistim kekebalan tubuh anda

Selain tes kesehatan berkala, terdapat dua jenis tes darah khusus yang dapat mengawasi penyakit HIV. Tes-tes tersebut adalah tes viral load dan tes sel CD4.

Tes viral load membantu untuk mengetahui seberapa kuat virus HIV dalam tubuh anda. Tes tersebut mengukur jumlah HIV dalam darah.  Semakin rendah jumlahnya semakin baik. Tes ini digunakan untuk menentukan kapan saatnya memulai pengobatan antiretroviral (ARV), untuk menentukan apakah obat-obatan yang diberikan bekerja dengan baik, dan untuk memastikan kapan harus berpindah obat.

Tes sel CD4 membantu untuk mengetahui seberapa kuat sistim kekebalan tubuh anda. Tes tersebut menghitung berapa banyak sel darah putih anda. Sel-sel ini juga disebut dengan T-4, T-cell atau sel T-helper. Semakin banyak semakin baik. Bila jumlah sel CD4 anda sangat rendah, anda mungkin dapat mengalami infeksi oportunistik. Tes ini digunakan untuk membantu menentukan kapan waktunya untuk memulai ARV, atau obat-obatan untuk mencegah infeksi oportunistik.

Penyedia layanan kesehatan anda mungkin akan melakukan tes-tes ini tiap tiga hingga enam bulan. Bila viral load anda tetap rendah dan jumlah sel CD4 tetap tinggi, anda mungkin dapat menunda pengobatan.

 

Ambil keputusan bagaimana anda ingin menangani HIV

HIV mungkin bukanlah satu-satunya masalah kesehatan yang anda alami. Semakin baik kesehatan anda secara keseluruhan, semakin baik anda dapat menangani HIV. Pastikan anda melakukan tes kesehatan dan dental berkala, serta cari pengobatan untuk kondisi-kondisi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi. Bila anda dapat menghindari merokok, minum minuman keras, penggunaan napza, dan penyakit menular seksual, kemungkinannya anda akan dapat lebih baik mengendalikan HIV.

Menggunakan obat-obatan untuk melawan HIV

Walaupun terdapat banyak obat-obatan yang dapat memperlambat virus HIV, kita tetap tidak tahu kapan pastinya waktu atau cara untuk memanfaatkannya. Anda akan harus memperoleh informasi dan bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan anda untuk menentukan jenis pengobatan yang sesuai dengan kepercayaan, keinginan, dan gaya hidup anda. Anda mungkin akan memilih untuk lebih agresif, dan mengkonsumsi ARV pada tahap awal penyakit anda. Anda mungkin juga lebih konservatif dan memilih untuk menunggu hingga mencapai tingkat viral load atau CD4 tertentu. Semuanya tergantung pada anda.

Menggunakan terapi komplementer dan alternatif

Banyak orang percaya bahwa  mereka dapat tetap sehat berkat pengobatan tradisional, pijat, akupuntur, jamu-jamuan, atau jenis terapi lain.

Sangatlah sulit untuk memperoleh informasi tentang seberapa efektifnya terapi-terapi ini bagi penyakit HIV. Kebanyakan dari terapi-terapi ini tidak diteliti dengan cara yang sama dengan obat-obatan barat. Hal ini tidak berarti terapi-terapi tersebut tidak berfungsi, namun anda harus menemukan cara lain untuk memastikan apakah memang bermanfaat. Ingat bahwa tidak ada obat ajaib. Bila suatu terapi menjanjikan yang muluk-muluk, berhati-hatilah.

 

Cari bantuan

Anda dapat memperoleh bantuan dari manajer kasus  dari lembaga pelayanan AIDS terdekat. Hubungi departemen kesehatan terdekat anda. Seorang manajer kasus dapat memberikan bantuan, dengan tetap menjaga kerahasiaan, untuk memperoleh pelayanan HIV/AIDS.

Anda juga dapat melihat Internet untuk informasi dan pelayanan HIV/AIDS.

 

Kesimpulan

Banyak hal yang dapat anda lakukan untuk tetap sehat dengan HIV. Anda dapat lebih banyak belajar mengenai penyakit ini, memonitor kesehatan sistim kekebalan tubuh anda, dan menentukan bagaimana anda ingin menangani kesehatan anda.

Ingat bahwa andalah yang memegang kendali terhadap perawatan kesehatan anda. Anda yang menentukan dengan pemberi layanan kesehatan mana anda ingin bekerja sama, dan kepada siapa saja anda ingin berkonsultasi mengenai pengobatan anda. Anda yang akan menentukan jenis pengobatan apa yang ingin anda gunakan dan kapan anda ingin memulainya. Tidak perlu tergesa-gesa dan ketahui lebih jelas mengenai pilihan-pilihan yang anda miliki.

[Sumber: AIDS InfoNet]

Trackback URL for this post:

http://www.odhaindonesia.org/trackback/1