Efek samping

Efek samping adalah dampak dari obat-obatan yang tidak diinginkan. Obat-obatan diresep untuk maksud tertentu, misalnya untuk menangani HIV. Dampak lain obat adalah efek samping. Ada beberapa efek samping yang ringan, seperti sakit kepala yang ringan. Efek samping lain, misalnya kerusakan hati, dapat parah, dan kadang kala gawat. Ada beberapa efek samping yang bertahan hanya beberapa hari atau minggu, sementara yang lain dapat bertahan selama obat yang mengakibatkannya masih dipakai, atau bahkan setelah dihentikan.

Beberapa penyakit disebut efek samping walaupun tidak diketahui apa yang menyebabkannya. Kadang kala, penyakit HIV sendiri mungkin lebih mempengaruhi dibandingkan efek samping obat yang tepat.

 

Siapa yang mengalami efek samping?

Sebagian besar orang yang memakai obat anti-HIV mengalami beberapa efek samping. Umumnya, semakin banyak obat yang dipakai, semakin parah efek sampingnya. Bila anda memiliki bentuk tubuh yang lebih kecil daripada rata-rata orang, mungkin anda akan lebih banyak mengalami efek samping. Selain itu, bila kemampuan tubuh anda untuk menguraikan obat-obatan lebih lambat, kadar obat dalam darah anda dapat menjadi lebih tinggi, dan hal ini dapat mengakibatkan timbulnya lebih banyak efek samping.

Semua jenis obat dilengkapi dengan daftar efek samping yang paling umum yang mungkin timbul. Jangan anggap bahwa setiap orang akan mengalami semua efek samping yang terdaftar di situ. Beberapa orang hanya mengalami efek samping yang ringan akibat obat HIV-nya.

 

Bagaimana cara menangani efek samping?

Ada beberapa langkah yang anda dapat lakukan untuk mempersiapkan diri menangani efek samping:

  • Belajar tentang efek samping umum obat yang anda pakai.
  • Bicara dengan dokter tentang efek samping yang mungkin timbul. Tanyakan kapan sebaiknya memeriksakan diri ketika efek samping bertahan terlalu lama, atau menjadi lebih parah.
  • Tanyakan pada dokter apakah anda dapat mengobati efek samping ringan dengan obat yang lazim dipakai di rumah atau yang dapat diperoleh tanpa resep.
  • Kadang dokter dapat menyediakan resep untuk obat yang dapat membantu jika efek samping menjadi parah.
  • Jika mengalami masalah perut, pastikan tersedia makanan yang cocok dan ringan.

Jangan pernah berhenti memakai obat, dan jangan pernah melewatkan atau mengurangi dosis obat, tanpa konsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu. Bila anda melakukan hal-hal tersebut, virus dalam diri anda dapat menjadi kebal (resisten) terhadap obat. Karenanya sebelum efek samping memaksa anda untuk melewatkan atau mengurangi dosis obat, bicarakan dengan dokter anda mengenai kemungkinan mengubah jenis obat.

 

Apa jenis efek samping yang paling umum terjadi?

Pertama kali anda mulai pengobatan antiretroviral, anda mungkin akan mengalami sakit kepala, darah tinggi, atau merasa kurang enak badan secara umum. Lambat laun, gejala ini biasanya akan membaik atau hilang sama sekali.

Kelelahan: Sebagian besar orang dengan HIV kadang-kadang atau sering merasa lelah. Mengetahui penyebab kelelahan dan menanganinya adalah penting.

Anemia: dapat menyebabkan kelelahan. Anemia meningkatkan risiko menjadi lebih sakit dengan HIV. Tes darah berkala dapat mengetahui adanya anemia, dan anemia dapat diobati.

Masalah pencernaan: Banyak obat dapat menimbulkan rasa nyeri pada perut. Obat dapat menyebabkan mual, muntah, kembung, atau diare. Pengobatan yang lazim dipakai di rumah termasuk:

  • Menggantikan tiga kali makan yang besar dengan sering makan sedikit.
  • Makan makanan lunak dan sup, jangan yang pedas-pedas.
  • Teh jahe atau minuman jahe lain dapat menyamankan perut. Begitu juga bau jeruk segar.
  • Sering berolahraga.

Perut kembung: dapat dikurangi dengan menghindari makanan seperti buncis, beberapa macam sayuran mentah, dan sayur yang masih berkulit.

Diare: dapat berkisar antara gangguan kecil hingga parah. Periksa ke dokter jika diare berjalan terlalu lama atau menjadi parah. Minum banyak air.

Lipodistrofi: termasuk kehilangan lemak dari lengan, kaki dan wajah; penambahan lemak pada perut atau di belakang leher; dan peningkatan lemak (kolesterol) dan gula (glukosa) dalam darah. Perubahan ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau serangan otak.

Masalah kulit: Beberapa obat menyebabkan ruam. Sebagian besar bersifat sementara, tetapi dapat menimbulkan reaksi parah. Periksa ke dokter jika mengalami ruam. Masalah kulit lain termasuk kulit kering dan rambut rontok. Pelembab kulit dapat membantu masalah kulit.

Neuropati: adalah penyakit yang sangat nyeri, disebabkan oleh kerusakan saraf. Penyakit ini biasanya mulai pada kaki dan tangan.

Toksisitas mitokondria: adalah kerusakan bentuk dalam sel. Penyakit ini dapat menyebabkan neuropati atau kerusakan ginjal, dan dapat meningkatkan asam laktik dalam tubuh.

Masalah tulang: baru diketahui pada orang dengan HIV. Tulang dapat kehilangan mineralnya dan menjadi rapuh. Kehilangan aliran darah dapat menyebabkan masalah pinggul. Pastikan konsumsi cukup zat kalsium dalam makanan dan suplemen. Olahraga angkat beban, atau berjalan kaki dapat membantu.

 

Kesimpulan

Sebagian besar orang yang memakai obat anti-HIV mengalami beberapa efek samping. Namun, jangan anggap anda akan mengalami semua efek samping yang kita pernah dengar.

Memperoleh informasi tentang efek samping yang paling umum dan bagaimana menanganinya. Baca informasi mengenai obat yang bersangkutan dan efek sampingnya. Sediakan obat yang lazim dipakai di rumah dan bahan lain yang dapat membantu menangani efek samping.

Kita harus tahu kapan kita sebaiknya kembali ke dokter karena ada efek samping yang bertahan terlalu lama atau menjadi lebih parah.

Jangan biarkan efek samping menghambat anda dari menggunakan obat! Jika anda tidak kuat dengan efek samping, bicara dengan dokter tentang penggantian obat. 

[Sumber: Lembaran Informasi Spiritia LI550]

Trackback URL for this post:

http://www.odhaindonesia.org/trackback/41