Hewan peliharaan
Beberapa dokter memperingatkan bahwa penyakit-penyakit seperti toksoplasmosis, yang dapat berakibat serius terhadap kesehatan orang yang sistim kekebalan tubuhnya rusak, dapat diperoleh dari kucing, burung atau anjing.
Dokter lain setuju bahwa walau hal tersebut benar dalam teori, dalam praktiknya, bila anda telah memiliki hewan peliharaan untuk waktu yang cukup lama, kemungkinannya tidak akan lebih berisiko bagi anda. Hal ini karena sifat dari infeksi oportunistik itu sendiri. Kebanyakan IO melibatkan aktifasi atau reaktifasi dari mikro-organisme yang telah masuk ke dalam tubuh di masa yang lampau. Berdasarkan hal tersebut, bila anda telah lama memiliki hewan peliharaan, kemungkinan anda berisiko terkena penyakit darinya sangat kecil.
Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa risiko mendapat infeksi dari hewan dalam kenyataannya adalah rendah. Satu penelitian melaporkan bahwa orang dengan HIV yang memelihara kucing tidak lebih besar kemungkinannya terkena toksoplasmosis selama sakitnya daripada mereka yang tidak memelihara kucing. Membersihkan kotoran kucing setiap hari dapat mengurangi risiko toksoplasmosis. Bersihkan kotoran menggunakan sarung tangan karet, air panas dan disinfektan kuat.
Kucing juga diketahui memiliki infeksi bakteri Bartonella (juga dikenal sebagai penyakit 'cat scratch'). Hindari kucing anda menjilat luka yang terbuka, dan pastikan kucing anda tidak memiliki kutu, karena semuanya ini dapat mengakibatkan Bartonella. Selalu cuci tangan setelah memegang hewan dan sebelum menyentuh makanan.
Pajanan terhadap organisme yang berbahaya dapat terjadi ketika bekerja dengan binatang atau berkebun. Misalnya membersihkan kandang ayam atau kotoran burung merpati dapat membuat orang dengan HIV-positif terpajan infeksi, seperti juga berkebun tanpa mengenakan sarung tangan.
Bila pekerjaan anda mengharuskan anda bersentuhan dengan infeksi yang berpotensi berbahaya, maka anda sebaiknya mendiskusikan hal ini dengan dokter anda dan dokter di tempat anda bekerja.
[Sumber: aidsmap]







