Jamu Cina

Praktisi tradisional banyak memanfaatkan jamu-jamuan. Bagian ini membahas jamu sebagai bagian dari pengobatan tradisional Cina.

Pengobatan tradisional Cina memiliki sejarah lebih dari 2,500 tahun. Pengobatan tradisional ini melihat tubuh manusia sebagai suatu sistim aliran energi. Ketika aliran-aliran energi ini seimbang, maka tubuh tersebut sehat. Para praktisi memeriksa denyut nadi pasien dan mengamati keadaan lidah mereka untuk mendiagnosa ketidakimbangan energi. Dalam pengobatan Cina, denyut nadi dapat diperiksa pada tiga lokasi di masing-masing pergelangan tangan, dan pada tiga kedalaman pada masing-masing lokasi.

Penyakit tidak didefinisikan dengan gejala-gejala atau nama penyakit seperti "infeksi HIV". Sebaliknya, seorang praktisi pengobatan Cina akan berbicara mengenai ketidakimbangan energi. Bahasanya dapat kedengaran sangat aneh, seperti "kekurangan yin" atau "peningkatan panas ginjal". Kata-kata Cina yin dan yang menggambarkan energi yang saling bertolak-belakang yang seharusnya tetap seimbang, dan Qi (dibaca "chi") secara kasar dapat diartikan sebagai energi atau kekuatan hidup.

Dalam pengobatan tradisional Cina, terdapat banyak cara untuk memperbaiki keseimbangan aliran energi tubuh. Teknik yang paling sering digunakan di negara-negara barat adalah teknik senam seperti Qigong atau Tai Chi, akupuntur (tusuk jarum), dan jamu.

Banyak praktisi pengobatan Cina mengkhususkan diri pada akupuntur atau jamu. Sangat jarang yang menggunakan keduanya.

 

Mengapa orang dengan HIV menggunakan jamu Cina?

Jamu-jamuan cina tidak dapat mengobati infeksi HIV. Namun, banyak orang yang percaya bahwa jamu-jamuan tersebut telah membantu mereka memperbaiki energi secara keseluruhan, atau membantu menangani efek samping pengobatan antiretroviral (ARV). Beberapa orang telah menggunakan jamu untuk mengurangi rasa mual atau diare yang diakibatkan oleh pengobatan ini.

Secara umum, seorang ahli jamu meracik ramuan yang khusus untuk masing-masing pasiennya, berdasarkan aliran dan ketimpangan energi orang tersebut. Namun, beberapa praktisi pengobatan tradisional Cina melihat adanya corak "racun panas" yang sama pada ketimpangan energi orang dengan penyakit HIV lanjut. Karena penekanan pengobatan Cina pada hidup panjang dan peningkatan kekebalan, mereka merasa beberapa racikan jamu dapat membantu siapa saja dengan HIV.

 

Bagaimana jamu-jamuan Cina digunakan?

Berdasarkan ketimpangan energi anda, ahli jamu anda mungkin akan meracik sebuah kombinasi jamu-jamuan untuk anda gunakan. Pengertian Cina mengenai jamu dapat termasuk berbagai bagian tumbuh-tumbuhan serta juga mineral dan bagian-bagian tubuh hewan. Jamu-jamuan ini dapat tersedia dalam berbagai bentuk:

  • Jamu "mentah": anda mendapatkan sekantong yang terdiri dari berbagai akar-akaran, kulit tumbuhan, daun-daunan, biji-bijian, bubuk, dan lain sebagainya. Kesemuanya biasanya direbus dan anda meminum "teh"nya. Bentuk seperti ini dianggap bentuk paling manjur dari jamu, namun mungkin sulit untuk disiapkan.
     
  • Jamu bubuk: Jamu kering ditumbuk menjadi bubuk. Bubuk tersebut dapat dicampur air untuk diminum atau dimasukkan dalam kapsul.
     
  • Ramuan: Jamu kering diramu dalam campuran air dan alkohol. Anda meminum satu dosis ramuan ini.
     
  • Obat paten: Kombinasi jamu yang paling umum tersedia dalam bentuk pil, kapsul, krim, dsb. Biasanya tidak diikutsertakan label atau petunjuk pemakaian selain dalam bahasa Cina.

Jamu-jamuan Cina diresepkan untuk memperbaiki ketimpangan energi. Anda mungkin dapat merasa lebih baik atau gejala-gejala mungkin dapat hilang karenanya, namun cara yang paling baik untuk mengetahui kapan untuk berhenti atau beralih jamu yang anda gunakan adalah dengan berkonsultasi dengan ahli jamu anda.

 

Apa efek sampingnya?

Kebanyakan jamu yang digunakan pada pengobatan tradisional Cina aman dalam dosis yang berbagai macam. Namun, beberapa mungkin tidak aman atau diproduksi secara benar. Sebagai contoh, pada tahun 2003 FDA Amerika Serikat melarang beredarnya beberapa produk termasuk jamu Ma Huang (ephedra). Beberapa jamu mungkin beracun pada dosis tinggi, atau mungkin tidak baik dikonsumsi selama kehamilan. Cara yang paling aman untuk menggunakan jamu Cina adalah sesuai dengan petunjuk ahli jamu yang terlatih. Pastikan anda informasikan ahli jamu dan dokter anda bila mengalami diare, sakit kepala, atau masalah lain saat menggunakan jamu.

 

Bagaimana interaksi jamu dengan terapi lain?

Hampir tidak ada penelitian yang terkontrol dilakukan mengenai interaksi khusus antara jamu-jamuan Cina dengan terapi lain, termasuk ARV. Tidak ada informasi mengenai interaksi yang berbahaya.

Sebaiknya anda menginformasikan mengenai semua jenis terapi yang anda gunakan kepada praktisi kesehatan anda. Dalam beberapa kasus, obat-obatan barat dan jamu-jamuan Cina mungkin memiliki efek yang serupa, dan mengkombinasikan keduanya mungkin akan kelebihan. Contohnya, mungkin bukan ide yang baik untuk menggunakan jamu Cina yang dapat membantu menenangkan anda dengan obat tidur secara sekaligus.

 

Bagaimana kita tahu itu bermanfaat?

Terdapat beberapa jurnal ilmiah yang membahas penelitian terhadap manfaat kesehatan jam-jamuan Cina. Namun hampir semuanya dipublikasi di Cina.

Penelitian mengenai pengobatan HIV dengan jamu Cina telah memperoleh hasil yang berbeda-beda. Namun, biasanya penelitian ini mengenai jamu-jamuan Cina sebagai ARV. Baru-baru ini jamu digabungkan dengan ARV. Beberapa ahli jamu percaya bahwa penggunaan jamu yang paling baik adalah untuk membantu mengurangi efek samping ARV, dan secara umum untuk memperkuat sistim kekebalan tubuh.

[Sumber: AIDS InfoNet]

Trackback URL for this post:

http://www.odhaindonesia.org/trackback/46