Jenis obat apa?
Para dokter belum menemukan satu kombinasi pengobatan HIV yang terbaik bagi semua orang. Setiap kombinasi obat memiliki kelebihan dan kekurangan. Sayangnya, para peneliti tidak dapat membandingkan beratus-ratus kombinasi obat-obatan individu yang ada. Namun mereka biasanya mencoba untuk membandingkan kombinasi kelas obat-obatan.
Tiga jenis kombinasi kelas secara umum diteliti dan diresepkan bagi orang yang baru mulai pengobatan HIV:
NNRTI + 2 NRTI |
1 atau 2 PI + 2 NRTI |
1 PI "boosted" + 2 NRTI |
Setiap kombinasi ini mampu melawan HIV. Bagaimana cara anda memilih?
Anda dan dokter anda dapat mempertimbangkan tiga isu besar: apakah rejimen obat tersebut memastikan kemungkinan untuk pilihan-pilihan di masa depan (disebut sebagai "sequencing"), seberapa kuat suatu kombinasi itu, dan apa efek samping yang dapat terjadi.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah jumlah pil yang harus anda konsumsi tiap hari serta seberapa sering anda harus mengkonsumsinya (satu atau dua kali sehari).
| OBAT BOOSTED
Obat apapun yang meningkatkan kekuatan obat-obat lain dapat disebut booster. Booster yang paling umum adalah Norvir, sejenis protease inhibitor yang sering digunakan dalam dosis kecil untuk meningkatkan kekuatan obat lain, termasuk Reyataz, Lexiva dan Crixivan. Satu jenis obat, Kaletra, dianggap sebuah kombinasi boosted karena terdiri atas lopinavir dan Norvir dalam dosis kecil. |
Memastikan pilihan masa depan (Sequencing)
Anda dapat berharap bahwa rejimen obat pertama anda mampu mengendalikan HIV selama bertahun-tahun. Namun kadang kala rejimen obat pertama seseorang berhenti bekerta. Untuk alasan inilah, salah satu hal terpenting yang harus dipikirkan anda dan dokter anda adalah kebutuhan untuk "merangkai" (sequence) obat anda -- yaitu dengan memilih rejimen obat lini pertama yang mampu tetap membuka kesempatan bagi anda seandainya rejimen pertama tersebut gagal.
Alasan paling umum atas kegagalan suatu kombinasi pengobatan adalah "resistensi". Hal ini berarti HIV dalam tubuh anda telah beradaptasi terhadap satu atau lebih obat yang anda konsumsi dan, sebagai akibatnya, obat tersebut tidak lagi memiliki kemampuan untuk mencegah virus untuk berkembang biak dalam tubuh.
Beberapa orang bahkan dapat terinfeksi jenis HIV yang sudah kebal terhadap beberapa jenis obat. (Sebelum anda memulai pengobatan, dokter anda sebaiknya melakukan "tes resistensi" untuk menentukan apakah hal ini terjadi pada anda). Tapi biasanya, resistensi terjadi setelah anda memulai pengobatan. Alasan umum untuk ini adalah ketika anda tidak mengkonsumsi seluruh obat HIV anda tepat pada waktunya selama 95 persen waktu.
Bagaimana anda dapat memastikan rejimen obat anda berhenti bekerja? Lihat hasil jumlah T-sel dan viral load anda. Bila anda selalu mengkonsumsi obat tepat pada waktunya, viral load anda seharusnya turun sebanyak 90 persen dalam waktu dua bulan sejak memulai pengobatan. Dalam waktu enam bulan, viral load anda seharusnya telah turun sedemikian jauh sehingga "tidak terdeteksi" (kurang dari 50 kopi/mL), dan terus demikian.
Apabila viral load anda tidak mengikuti pola ini, pengobatan anda mungkin tidak bekerja dengan baik. Hal yang sama mungkin terjadi bila jumlah T-sel anda menurun. Mungkin juga ada alasan lain mengapa jumlah T-sel anda turun -- akibat flu atau penyakit lain misalnya -- maka pastikan anda berbicara dengan dokter anda bila anda khawatir.
Jadi apa hubungan semua ini dengan sequencing? Terdapat empat kelas pengobatan HIV. cara kerja obat dalam tiap-tiap kelas hampir sama, karenanya bila HIV resisten terhadap salah satu jenis obat anda, ia mungkin juga resisten terhadap obat lain dalam kelas yang sama, walaupun anda tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan tersebut.
Contohnya apabila suatu rejimen terdiri atas NNRTI dan NNRTI yang anda gunakan itu tidak lagi berfungsi, maka semua jenis NNRTI akan kehilangan kemampuan untuk melawan virus anda. Hal ini tidak sama bagi kelas obat HIV lainnya. Misalnya, ketika virus anda resisten terhadap satu jenis NRTI atau satu jenis protease inhibitor, maka bukan berarti virus tersebut resisten terhadap semuanya.
Hal ini menyebabkan kenapa sequencing penting. Bila HIV anda menjadi resisten terhadap obat lini pertama yang anda konsumsi, anda ingin tetap merasa yakin bahwa ada banyak pilihan obat lain yang membuat rentan HIV anda.
Keampuhan
Beberapa kombinasi obat HIV lebih ampuh daripada yang lain, yang bermanfaat bila anda memiliki viral load yang sangat tinggi atau jumlah T-sel yang sangat rendah. Kombinasi-kombinasi lebih ampuh ini, menurut penelitian terbaru dan pedoman pengobatan terkini, terdiri dari dua NRTI ditambah satu "boosted" protease inhibitor atau satu NNRTI. Kombinasi ini telah digunakan dengan sukses terhadap orang-orang yang memiliki viral load di atas 100,000 dan jumlah T-sel yang rendah. Protease inhibitor yang tidak boosted serta kombinasi yang hanya terdiri dari tiga NRTI, seperti obat kombinasi Trizivir, keampuhannya kurang.
Efek samping
Tiap obat dalam sebuah kombinasi memiliki risiko efek samping. Tentunya tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Beberapa efek samping, seperti mual-mual, ruam atau demam, dapat muncul segera setelah anda mengkonsumsi kombinasi obat anda dan hanya bertahan dalam waktu singkat (biasanya beberapa minggu). Efek samping lain, seperti kelelahan atau kehilangan lemak, dapat muncul kemudian dan mungkin lebih lama pulih.
Beberapa masalah yang dialami orang dengan HIV termasuk:
- Lipodistrofi, suatu kondisi dimana bagian-bagian tertentu tubuh anda mengalami tambahan ("lipohipertrofi") atau kehilangan ("lipoatrofi") lemak dalam jumlah besar. Ini merupakan satu dari beberapa masalah yang diistilahkan sebagai "masalah metabolis". Masih belum jelas apakah permasalahan ini diakibatkan oleh HIV itu sendiri, pengobatan HIV atau peningkatan sistim kekebalan yang terjadi saat terapi HIV. Kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor bekerja bersamaan untuk menyebabkan perubahan bentuk badan pada orang dengan HIV. Obat-obatan HIV yang lebih baru sepertinya tidak menimbulkan perubahan bentuk tubuh.
- Kolesterol atau trigliserida tinggi (yang dapat mengakibatkan penyakit jantung) dan kelainan insulin (yang dapat mengakibatkan diabetes). Banyak penelitian menunjukkan bahwa banyak protease inhibitor, serta beberapa NRTI dan obat HIV lain, yang mengakibatkan masalah-masalah ini. Namun obat-obat baru, seperti jenis NRTI Viread dan jenis protease inhibitor Lexiva dan Reyataz, lebih kecil kemungkinannya mengakibatkan permasalahan ini. Para peneliti telah juga berpendapat bahwa faktor-faktor lain, seperti apakah seseorang merokok, kelebihan berat badan atau tidak berolahraga, mungkin memainkan peran lebih besar terhadap permasalahan itu daripada obat-obatan HIV.
- Asidosis laktat. Kebanyakan NRTI, khususnya Zerit dan Videx, dapat menyebabkan penumpukan asam laktat dalam tubuh anda. Terlalu banyak asam laktat dapat mengakibatkan mual-mual, muntah-muntah dan kerusakan lever yang mungkin, dalam beberapa kasus, mengancam jiwa.
- Masalah syaraf. Beberapa NRTI (seperti Zerit dan Videx), dan HIV itu sendiri, dapat menyebabkan kerusakan terhadap beberapa bagian sistim syaraf seseorang, yang mengakibatkan semutan, rasa terbakar dan rasa kebal pada tangan dan kaki -- kelainan yang dikenal sebagai neuropati.
- Diare. Banyak obat-obatan HIV, khususnya Viracept dan Kaletra, yang dapat mengakibatkan diare dan masalah pencernaan lainnya, terutama saat awal pengobatan.
- Masalah psikologis. Beberapa obat, seperti jenis NNRTI Sustiva, dapat menimbulkan depresi, kekhawatiran atau mimpi-mimpi aneh. Ini mungkin akan menjadi masalah bila anda memang sudah depresi atau memiliki sejarah kelainan mental yang serius. Namun biasanya efek samping ini tidak berlangsung.
Hanya sedikit orang yang mengalami efek samping yang digambarkan disini. Tidak mungkin memperkirakan efek samping seperti apa (bila ada) yang akan anda alami, atau apakah anda akan kesulitan menanganinya. Beberapa efek samping lebih mudah ditangani daripada yang lain. Untungnya, kebanyakan efek samping berlangsung tidak lebih dari satu dua bulan pertama sejak memulai pengobatan.
Apapun alasannya, bila anda merasa sesuatu yang tidak biasa, pastikan untuk menginformasikan dokter anda secepatnya. Namun jangan pernah berhenti pengobatan atau mengubah cara anda mengkonsumsi obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter anda. Bila anda menghentikan pengobatan dengan tiba-tiba atau mulai memperjarang dosis, anda mungkin akan menyebabkan resistensi obat.
[Sumber: TheBody.com]







