Kapan memulai pengobatan

Para dokter masih belum sepakat mengenai kapan waktu yang terbaik untuk memulai pengobatan HIV, yang juga disebut terapi antiretroviral. Anda dan dokter anda harus memutuskan hal ini bersama, namun terdapat beberapa panduan yang dapat digunakan. Panduan-panduan ini secara berkala diperbarui dan bukan merupakan pedoman ketat. Panduan-panduan ini hanyalah bersifat saran yang dibuat berdasarkan penelitian terbaru.

Menurut rekomendasi WHO, orang dewasa dan remaja dengan HIV sebaiknya memulai terapi antiretroviral ketika:

  • Infeksi HIV Stadium IV menurut kriteria WHO, tanpa memandang jumlah CD4
  • Infeksi HIV Stadium III menurut kriteria WHO dengan jumlah CD4 <350/mm3
  • Infeksi HIV Stadium I atau II menurut kriteria WHO dengan jumlah CD4 <200/mm3

Apabila tes CD4 tidak dapat dilaksanakan, maka terapi antiretroviral sebaiknya dimulai ketika:

  • Infeksi HIV Stadium IV, tanpa memandang jumlah limfosit total
  • Infeksi HIV Stadium III, tanpa memandang jumlah limfosit total
  • Infeksi HIV Stadium II dengan jumlah limfosit total <1200/mm3c

Begitu anda memulai pengobatan HIV, anda harus menggunakannya untuk waktu yang sangat lama, oleh karena itu anda dan dokter anda harus memastikan apakah anda telah benar-benar siap sebelum anda memulai pengobatan. Dengan demikian anda dapat menunda kemungkinan efek samping obat dan benar-benar memanfaatkan keampuhan efek awal pengobatan terhadap HIV dalam tubuh anda.

 

Apa itu jumlah T-sel atau CD4?

Jumlah T-sel, juga disebut jumlah CD4, mengungkapkan jumlah sel-sel T dalam tubuh anda. T-sel merupakan sel darah putih khusus yang semakin banyak anda miliki semakin kuat sistim kekebalan tubuh anda. Ketika anda terinfeksi HIV, virus tersebut masuk ke dalam beberapa T-sel anda. Ketika T-sel yang telah terinfeksi HIV ini bereplikasi, sel-sel tersebut juga mereplikasi dan memperbanyak HIV. HIV dapat juga merusak T-sel, serta juga sel-sel lain di sekelilingnya. Setelah hidup dengan HIV selama beberapa waktu (bila anda tidak melakukan pengobatan) jumlah T-sel dalam tubuh anda biasanya akan menurun. Ini adalah tanda bahwa sistim kekebalan tubuh anda mulai melemah. Semakin rendah jumlah T-sel anda, semakin besar risiko anda untuk jatuh sakit. Jumlah T-sel normal untuk orang tanpa HIV biasanya antara 500 hingga 1,600.

 

Apa itu viral load?

Tingkat viral load menunjukkan banyaknya HIV yang beredar dalam darah anda. Semakin banyak HIV dalam sistim anda, semakin cepat penurunan jumlah T-sel anda. Hal ini membuat viral load menjadi alat prediksi yang cukup baik untuk memperkirakan permasalahan-permasalahan kesehatan yang mungkin terjadi bila anda tidak melakukan pengobatan. Tes viral load juga bermanfaat untuk mengukur keberhasilan pengobatan HIV yang anda lakukan.

Jumlah viral load mengukur jumlah HIV dalam satu mililiter (mL) darah. Tes-tes  viral load yang ada sekarang mampu mendeteksi paling sedikit 50 HIV per mililiter darah. Ketika anda memiliki kurang dari 50 HIV per mL, maka dokter anda akan mengatakan bahwa viral load anda "tidak terdeteksi". Hal ini tidak berarti HIV tidak ada lagi dalam tubuh anda. Jadi walaupun anda "tidak terdeteksi", anda tetap dapat menularkan HIV ke orang lain.

MULAI GAYA HIDUP SEHAT SEBELUM PENGOBATAN

Anda mungkin ingin merubah gaya hidup anda bahkan sebelum anda memulai pengobatan. Kini saatnya untuk mulai makan sehat, olah raga, dan berhenti merokok, minum minuman keras, dan penggunaan napza. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa merokok dapat sangat berisiko bagi orang dengan HIV. Sebelum anda memasukkan sesuat dalam tubuh, pertimbangkan baik-buruknya dalam upaya penanggulangan anda melawan HIV. Anda perlu mempertahankan dan memperkuat sistim kekebalan tubuh anda. Bila anda mengkonsumsi obat-obatan, vitamin atau suplemen -- baik dengan resep maupun yang dijual bebas -- pastikan anda menginformasikan dokter anda sehingga anda dapat menghindari interaksi berbahaya dengan pengobatan HIV. Sebagai contoh, antihistamin, pil KB dan napza diketahui memiliki interaksi berbahaya dengan obat HIV. Bahkan beberapa jenis jamu-jamuan dapat mengurangi kekuatan pengobatan HIV

[Sumber: TheBody.com]

Trackback URL for this post:

http://www.odhaindonesia.org/trackback/17