Keracunan makanan
Bila anda memiliki sistim kekebalan tubuh yang kuat, kemungkinan anda mengalami keracunan makanan tidak lebih besar dari kemungkinan orang yang HIV-positif.
Namun, keracunan makanan dapat lebih parah terjadi pada orang dengan AIDS. Karenanya masuk akal untuk orang yang memiliki jumlah CD4 rendah untuk lebih berhati-hati.
Salmonella merupakan risiko yang pasti bagi orang dengan HIV. Kemungkinan lain adalah listeria, infeksi lain yang menyebar lewat makanan, yang dapat menjadi masalah bagi anak dengan HIV. Shingella dan campylobacter dapat juga menyebabkan masalah. Infeksi dengan organisme-organisme ini mungkin sulit disembuhkan, dan mungkin tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan yang efektif untuk orang HIV-negatif.
Salmonella sering menginfeksi ayam. Hal ini berarti bahwa sangat penting untuk memastikan daging ayam benar-benar matang, sehingga tidak ada darah merah yang tampak sama sekali. Berhati-hatilah dengan daging ayam yang dibekukan. Daging beku harus dicairkan dalam kulkas, bukan pada temperatur ruangan. Cuci tangan anda setelah memegang daging unggas yang belum masak dan pastikan daging dan daging unggas mentah tidak disimpan dalam wadah terbuka bila dekat daging atau produk susu. Idealnya, cuci telur sebelum memecahkannya, dan masak secara matang hingga kuning dan putih telur kaku. Jangan gunakan telur yang retak.
Dianjurkan untuk menghindari produk susu yang tidak melalui proses pasteurisasi, termasuk susu, yoghurt 'hidup' dan beberapa jenis keju lembut, yang mungkin dapat mengandung salmonella dan listeria. Beberapa orang menganjurkan yoghurt hidup sebagai pengobatan thrush. Walaupun terdapat beberapa bukti bahwa hal ini membantu, penting bagi orang dengan HIV untuk mengerti penggunaannya juga dapat berisiko.
Akan ada baiknya juga untuk menghindari hewan ternak dan kotorannya, karena kotoran hewan dapat menyebabkan infeksi seperti cryptosporidium. Sayuran organik seringkali ditanam dalam medium yang mengandung pupuk kandang, sehingga penting bagi anda untuk membersihkan secara menyeluruh sayuran organik dengan air mendidih.
Bila menghangatkan makanan, pastikan bahwa makanan itu benar-benar matang hingga bagian dalam. Cuci buah-buahan dan sayuran dengan benar, dan pastikan permukaan tempat memotong dan menyiapkan makanan bersih. Jangan gunakan makanan yang telah kadaluarsa.
[Sumber: aidsmap]







