Menghentikan pengobatan dalam keadaan darurat: Panduan untuk orang HIV+

Siapa saja yang mengalami keadaan darurat, telah terekspos banjir atau air atau udara yang terkontaminasi, yang terpaksa dievakuasi, dsb. harus secepatnya menerima evaluasi medis. Orang dengan HIV/AIDS harus berkonsultasi dengan petugas kesehatan, lebih baik bila ia adalah orang yang berpengalaman menangani HIV, secepatnya. Hal ini menjadi lebih penting bila orang tersebut memiliki kondisi kesehatan lain (diabetes, penyakit lever atau ginjal, penyakit jantung, kanker, dsb) selain HIV/AIDSnya.

Dalam keadaan seperti ini, bila anda memiliki HIV atau AIDS dan anda mengalami demam, ruam, keringat malam, sakit otot, sakit kepala, atau luka/lecet yang terinfeksi, konsultasikan dengan dokter yang berpengalaman dengan HIV secepat mungkin. Bahkan dalam situasi darurat, sangatlah penting untuk memberitahukan petugas kesehatan mengenai kondisi yang ada miliki, atau diagnosa yang anda miliki. Mencari staf klinik atau petugas medis yang berpengalaman dalam HIV merupakan hal yang penting untuk dilakukan begitu anda dibawa ke tempat yang aman.

 

Apa yang harus saya lakukan bila saya terpaksa menghentikan pengobatan HIV dalam keadaan darurat?

Secara umum, bila viral load anda tidak terdeteksi dan anda berhenti menggunakan pengobatan HIV untuk beberapa waktu, anda dapat memulai kembali dan kembali mengendalikan virus. TAPI, siapa saja yang memulai kembali pengobatan HIV mereka harus konsultasi dengan spesialis HIV terlebih dahulu. Beberapa jenis obat HIV memerlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu sebelum memulainya kembali.

Satu contoh termasuk obat-obatan yang dapat bertahan di dalam tubuh untuk waktu yang lama, seperti Sustiva, Viread atau Truvada. Ketika seseorang berhenti mengkonsumsi kombinasi obat HIV yang termasuk obat tahan lama ini, obat-obat lain mungkin diproses tubuh lebih cepat, sehingga meninggalkan obat tahan lama ini "sendirian". Keadaan ini merupakan kesempatan bagi HIV untuk menjadi resisten terhadap obat tahan lama tadi. Resisten berarti obat tersebut tidak dapat lagi bekerja sebagai bagian dari kombinasi obat HIV. Dalam hal ini mengkonsumsi jenis obat lain mungkin merupakan yang terbaik, maka bicarakan dengan spesialis HIV terlebih dahulu.

Contoh lain adalah kombinasi obat apapun yang termasuk obat HIV Ziagen (juga termasuk dalat Epzicom dan Trizivir). Memulai kembali obat ini berarti harus berhati-hati terhadap reaksi alergi yang serius ("hypersensitivity"). Gejalanya dapat termasuk ruam kulit dan dua atau lebih gejala berikut: demam, mual, muntah, diare, sakit perut, kelelahan, pegal-pegal, sakit tenggorokan, atau napas pendek. Bila anda pernah mengalami reaksi seperti itu di masa lampau, jangan memulai lagi medikasi ini karena reaksi berulangnya dapat menjadi fatal.

 

Bagaimana dengan medikasi lain?

Lebih penting lagi, bila anda menggunakan obat untuk mengobati atau mencegah infeksi oportunistik (PCP, CMV, MAC, cryptococcal meningitis, dsb), obat-obatan tersebut harus dimulai kembali secepat mungkin. Obat-obatan seperti ini biasanya dibutuhkan oleh orang dengan jumlah T-sel yang rendah.

Tetap menggunakan medikasi ini (seperti Bactrim untuk PCP) lebih penting untuk jangka pendek daripada menggunakan medikasi HIV.

HIV atau AIDS mungkin bukan satu-satunya masalah kesehatan seseorang. Orang dengan HIV seringkali memiliki penyakit lain seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, masalah lever (seperti hepatitis), dsb. Seringkali kondisi-kondisi seperti ini memerlukan medikasi tambahan. Masalah non-HIV ini mungkin dapat menyebabkan lebih banyak masalah bila dibiarkan daripada HIV itu sendiri!

 

Bagaimana bila saya memiliki masalah lever?

Lever atau hati merupakan organ tubuh yang penting yang memiliki banyak fungsi dalam tubuh termasuk mengatur jumlah zat kimia dan obat-obatan (termasuk medikasi HIV) dalam tubuh. Bila lever seseorang tidak bekerja dengan baik, mungkin terdapat berbagai jenis obat-obatan HIV dengan tingkat yang lebih tinggi dalam tubuh. Tingkat yang lebih tinggi dari obat-obatan yang bervariasi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami efek samping atau toksisitas yang serius. Masalah lever dapat juga menyebabkan masalah lain dengan medikasi HIV.

Bila petugas kesehatan anda telah menginformasikan bahwa anda memiliki "protein lever tinggi" ATAU bila anda memiliki hepatitis A, B, atau C, ATAU masalah lain dengan lever anda, seperti kanker lever atau sirosis, segera periksakan diri ke petugas kesehatan yang berpengalaman menangani orang dengan HIV ketika akan memulai kembali medikasi HIV anda.

 

Saya dengar bahwa menghentikan obat dapat berpengaruh buruk terhadap T-sel saya, apakah ini benar?

Bila anda pernah mengalami jumlah T-sel yang sangat rendah (seperti kurang dari 100), anda sebaiknya memulai kembali obat HIV secepat mungkin. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang pernah mengalami jumlah T-sel yang sangat rendah pada masa lalu, namun kini memiliki jumlah T-sel yang lebih tinggi, lebih mungkin mengalami pengurangan jumlah T-sel bila mereka menghentikan medikasi HIV. Biasanya, bila jumlah T-sel seseorang berkurang, tingkat virus dalam tubuh bertambah.

Selain itu, siapapun dengan jumlah T-sel yang rendah dapat dengan mudah mengalami infeksi oportunistik, dan mungkin akan lebih sulit untuk orang ini untuk melawan penyakit (khususnya yang terjadi akibat air banjir yang kotor, misalnya) atau sembuh dari luka atau memar. Mencari dokter spesialis HIV/AIDS sangatlah penting dalam situasi seperti ini.

[Sumber: Center for AIDS]

Trackback URL for this post:

http://www.odhaindonesia.org/trackback/148