Menghentikan profilaksis untuk infeksi oportunistik
Sebelumnya pengobatan preventif yang disebut profilaksis merupakan standar bagi orang-orang yang berisiko terhadap beberapa jenis infeksi oportunistik tertentu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengobatan dengan kombinasi HAART (Highly Active Anti-Retroviral Therapy) dapat meningkatkan jumlah sel CD4 dan memperbaiki fungsi kekebalan tubuh.
Karena tidak pasti bahwa peningkatan dalam jumlah sel CD4 berarti sistim kekebalan tubuh mampu melawan infeksi-infeksi seperti PCP, para dokter berhati-hati dalam menghentikan pengobatan preventif seperti Bactrim. Beberapa penelitian baru kini mengatakan bahwa bila peningkatan jumlah sel CD4 dapat dipertahankan selama 3-6 bulan, beberapa jenis pengobatan preventif dapat dengan aman dihentikan. Berdasarkan hasil penelitian-penelitian baru ini, beberapa bagian Panduan Pelayanan Kesehatan Publik (PHS) tentang Pencegahan Infeksi Oportunistik kini diperbarui.
Menghentikan profilaksis untuk PCP
Rekomendasi untuk memulai profilaksis PCP tidak berubah: mulai profilaksis PCP bila jumlah sel CD4 kurang dari 200 atau bila ada sejarah thrush. Sebuah bagian baru kini telah ditambahkan dalam panduan tentang menghentikan profilaksis PCP. Bagian ini mengatakan bahwa penyedia layanan dapat menghentikan profilaksis PCP ketia jumlah CD4 seseorang tetap berada di atas 200 selama 3 bulan berturut-turut. Hal yang sama berlaku bagi orang yang pernah mengalami PCP. Sementara untuk memulai kembali profilaksis PCP, panduan menggunakan aturan yang sama dengan waktu memulai: ulangi kembali pengobatan pencegahan bila jumlah sel CD4 turun di bawah 200.
Menghentikan profilaksis untuk Toksoplasmosis
Sebuah rekomendasi baru ditambahkan pada update tahun 2001 tentang panduan untuk menghentikan profilaksis untuk Toksoplasmosis. Panduan tersebut sama dengan panduan untuk profilaksis PCP: ketika jumlah sel CD4 seseorang tetap berada di atas 200 selama paling tidak 3 bulan berturut-turut.
Bagi mereka yang pernah mengalami infeksi Tokso, diharuskan untuk menjalankan pengobatan untuk mencegah infeksi berulang (ini disebut pengobatan pemeliharaan). Panduan tahun 2001 mengatakan bahwa menghentikan profilaksis Tokso dapat dilakukan bila jumlah sel CD4 meningkat lebih dari 200 sel selama paling tidak 6 bulan, bila individu tersebut telah menyelesaikan terapi awal Tokso dan tidak menunjukkan gejala penyakit tersebut.
Menghentikan profilaksis untuk MAC
Rekomendasi untuk pencegahan MAC juga telah berubah. Dulu MAC merupakan infeksi oportunistik umum bagi orang dengan jumlah sel CD4 rendah. Gejala MAC termasuk kehilangan berat badan, demam, keringat malam, pembengkakan kelenjar, sakit perut, diare dan badan lemah. Risiko mengalami MAC paling tinggi pada orang dengan jumlah sel CD4 kurang dari 50. Panduan PHS merekomendasikan terapi pencegahan untuk MAC bila jumlah sel CD4 serendah ini. Obat-obatan yang direkomendasikan adalah antara clarithromycin (Biaxin) atau azithromycin (Zithromax).
Panduan PHS yang telah diperbarui mengandung rekomendasi baru untuk penghentian profilaksis MAC. Panduan tersebut mengatakan bahwa patut untuk menghentikan profilaksis MAC bila jumlah sel CD4 meningkat menjadi lebih dari 100 sel selama paling tidak 3 bulan. Panduan tersebut menganjurkan memulai kembali pengobatan pencegahan MAC bila jumlah sel CD4 kembali turun menjadi kurang dari 50.
Orang yang pernah mengalami infeksi MAC perlu menjalani pengobatan untuk mencegah infeksi berulang (ini disebut pengobatan pemeliharaan). Panduan tahun 2001 menyebutkan anda dapat menghentikan profilaksis MAC bila jumlah sel CD4 meningkat menjadi lebih dari 100 selama paling tidak 6 bulan, setelah orang tersebut telah menyelesaikan terapi MAC selama 12 bulan dan tidak mengalami gejala penyakit.
Menghentikan pengobatan pemeliharaan untuk CMV
Perubahan lain yang berkenaan dengan HAART dalam Panduan PHS adalah untuk infeksi sitomegalovirus (CMV). CMV merupakan virus herpes yang umumnya mengakibatkan sakit ketika jumlah T-sel kurang dari 50. CMV dapat menyebabkan retititis, sejenis infeksi mata yang dapat mengakibatkan kebutaan. Pengobatan standar untuk CMV termasuk obat-obatan yang diberikan lewat infus. Begitu seseorang terinfeksi CMV, pengobatan pemeliharaan dibutuhkan untuk mencegah infeksi tersebut menjadi aktif kembali. Beberapa penelitian baru kini menunjukkan bahwa ketika jumlah sel CD4 meningkat hingga lebih dari 100-150 sel, pengobatan pemeliharaan untuk CMV mungkin tidak lagi mendesak.
Panduan PHS sangat berhati-hati mengenai informasi ini, karena penyakit CMV aktif dapat sangat serius. Panduan yang terbaru menyebutkan bahwa menghentikan pengobatan pemeliharaan dapat dipertimbangkan bila terdapat peningkatan jumlah CD4 yang berkelanjutan hingga lebih dari 100-150 sel. Keputusan apapun untk menghentikan terapi pemeliharaan CMV harus dilakukan dengan konsultasi dokter mata, atau ahli mata (ophthalmologist) yang biasa merawat CMV. Ahli mata tersebut akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk seberapa besar ancaman infeksi CMV terhadap penglihatan seseorang.
Menghentikan pengobatan pemeliharaan untuk Kriptokokus
Untuk orang yang pernah menderita infeksi Kriptokokus penting untuk menjalani pengobatan untuk mencegah infeksi berulang (ini disebut pengobatan pemeliharaan). Panduan tahun 2001 menyebutkan penghentian profilaksis Kripto dapat dipertimbangkan bila jumlah sel CD4 meningkat lebih dari 100-200 sel selama paling tidak 6 bulan, dan bila orang tersebut telah menyelesaikan pengobatan awal terapi Kripto dan tidak mengalami gejala penyakit.
Panduan PHS yang baru untuk Pencegahan Infeksi Oportunistik dapat diperoleh di http://www.hivatis.org/trtgdlns.html .
[Sumber: AIDS Treatment Data Network]







