Mengubah rejimen obat
Sebelum mengumah rejimen pengobatan anda, dokter anda akan mencari tahu alasan mengapa rejimen anda yang sekarang tidak berjalan dengan baik. Dokter anda akan mengevaluasi kepatuhan anda terhadap rejimen tersebut, kemampuan toleransi rejimen tersebut, serta interaksi obat. Apakah anda atau dokter anda memutuskan untuk mengubah rejimen obat anda serta medikasi baru seperti apa yang akan anda gunaka, semuanya tergantung dari alasan mengapa rejimen yang sekarang gagal.
Apa itu kepatuhan?
Kepatuhan berkenaan dengan seberapa dekat anda mengikuti (patuh) rejimen obat anda. Bila rejimen anda gagal karena anda tidak patuh, maka anda dan dokter anda harus membicarakan mengapa anda kesulitan mengkonsumsi medikasi anda dan apa yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki kepatuhan. Dokter anda mungkin akan mengubah rejimen dengan mengurangi jumlah pil yang harus anda konsumsi
atau frekwensi konsumsi obat.
Apa itu toleransi?
Toleransi berkenaan dengan seberapa banyak dan jenis-jenis efek samping negatif obat apa saja yang anda alami. Bila efek sampingnya serius, anda mungkin harus mengubah rejimen anda. Dokter anda akan menanyakan efek samping apa saja yang anda alami dan seberapa lama anda mengalaminya. Anda dan dokter anda akan memutuskan untuk mengobati efek samping atau mengubah pengobatan anti-HIV anda.
Apa itu interaksi obat?
Obat anti-HIV dapat berinteraksi dengan obat-obat lain yang anda konsumsi. Hal ini dapat mengurangi efektifitas pengobatan atau meningkatkan risiko efek samping negatif. Anda dan dokter anda perlu mengulas semua obat yang anda konsumsi, termasuk obat yang dijual bebas serta obat-obatan herba. Anda juga harus tahu apakah oba-obat anda harus dikonsumsi dengan makanan atau dalam keadaan perut kosong.
Mengubah rejimen
Bila rejimen anda gagal dan anda dan dokter anda telah menentukan bahwa bukan kepatuhan, toleransi maupun interaksi obat alasannya, anda harus mempertimbangkan perubahan rejimen. Sebelum mengubah obat anti-HIV, bicarakan dengan dokter anda mengenai:
- Obat-obatan anti-HIV yang pernah anda konsumsi
- Kekuatan obat-obat baru yang dianjurkan dokter anda
- Kemungkinan efek samping dari obat-obatan baru tersebut
- Seberapa baik anda dapat patuh terhadap pengobatan baru ini
- Jumlah obat anti-HIV yang belum anda gunakan
Dokter anda akan mengkonfirmasi bahwa rejimen anda gagal melalui paling tidak dua tes viral load serta tiga tes jumlah CD4. Anda sebaiknya melakukan tes resistensi obat selagi anda menggunakan rejimen yang gagal itu.
Secara umum, rejimen yang baru ini seharusnya termasuk tiga atau lebih obat. Anda dan dokter anda akan menentukan jenis obat berdasarkan sejarah pengobatan anda, hasil dari tes resistensi, serta efek samping pengobatan.
[Sumber: TheBody.com]







