Mitos-mitos HIV/AIDS
Ketika pertama kali dikenal, AIDS merupakan penyakit yang sangat misterius. AIDS mengakibatkan kematian banyak orang. Hingga kini masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab mengenai penyakit ini. Banyak orang yang bereaksi dengan ketakutan dan mencari-cari alasan untuk ketakutan mereka dengan menyebarkan berbagai cerita. Kebanyakan dari cerita-cerita ini adalah betapa mudahnya penularan HIV. Kebanyakan dari cerita-cerita tersebut tidak benar.
Mitos tentang penularan
Banyak orang percaya bahwa HIV dan AIDS dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, dengan minum dari gelas yang sama dengan orang dengan AIDS, dengan bergaul sehari-hari dengan orang dengan AIDS yang batuk, dengan memeluk atau mencium orang dengan AIDS, dan seterusnya. Penularan hanya dapat terjadi bila seseorang terekspos darah, cairan mani, cairan vagina atau air susu ibu dari orang yang terinfeksi. Tidak pernah ada bukti bahwa penularan dapat terjadi melalui air mata atau air liur orang yang terinfeksi.
- Mitos: Perempuan dengan infeksi HIV tidak dapat memperoleh keturunan tanpa menularkan HIV pada anaknya.
- Kenyataan: Tanpa pengobatan apapun, ibu yang terinfeksi HIV berisiko menularkan HIV kepada anaknya sebesar 25%. Namun dengan pengobatan moderen, angka ini telah dapat ditekan hingga hanya 2%.
- Mitos: HIV ditularkan melalui jarum suntik yang ditinggal di atas kursi bioskop.
- Kenyataan: Tidak ada bukti kasus mengenai penularan sejenis ini.
Mitos mengenai kesembuhan
Terinfeksi HIV merupakan pengalaman yang sangat menakutkan. Perjalanan penyakit ini juga tidak dapat diperkirakan. Terkadang orang jatuh sakit hanya dalam beberapa bulan setelah terinfeksi. Lainnya dapat hidup sehat selama 20 tahun atau lebih. Pengobatan juga bisa sulit untuk dilakukan, dengan efek samping yang mungkin berat. Tidak semua orang mampu membayar pengobatan. Maka tidaklah mengherankan bahwa banyak penipu yang mencoba menjanjikan "obat" untuk AIDS yang terdiri dari berbagai zat. Sayangnya tidak satupun dari "obat" ini yang berhasil.
Satu mitos yang sangat tidak menguntungkan di beberapa tempat di dunia adalah bahwa AIDS dapat diobati dengan berhubungan seks dengan gadis perawan. Sebagai dampaknya banyak gadis-gadis yang terinfeksi HIV dan AIDS. Tidak ada bukti untuk mendukung kepercayaan ini.
- Mitos: Obat-obatan masa kini dapat mengobati AIDS. Bukan hal yang luar biasa bila anda terinfeksi.
- Kenyataan: Obat-obatan moderen telah berhasil memangkas tingkat kematian akibat AIDS hingga 80%. Obat-obatan ini juga kini lebih mudah dikonsumsi daripada sebelumnya. Namun, obat-obatan tersebut masih mengakibatkan efek samping, mahal harganya, dan harus dikonsumsi setiap hari seumur hidup anda. Apabila anda kelewatan terlalu banyak dosis obat, HIV dapat menjadi kebal terhadap obat-obatan yang anda konsumsi sehingga tidak lagi efektif.
AIDS adalah vonis mati
Di tahun 1980an, tingkat kematian akibat AIDS sangat tinggi. Namun, obat-obatan kini telah berkembang dengan pesat sehingga dapat memperpanjang usia orang dengan infeksi HIV. Apabila anda memiliki akses terhadap ARV dan terhadap monitoring kesehatan, tidak ada alasan bagi anda untuk tidak hidup panjang walaupun dengan infeksi HIV atau AIDS.
Mitos mengenai pengobatan
Sangatlah sulit bagi dokter untuk meresepkan pengobatan anti-HIV (ARV) yang terbaik bagi pasiennya. Ketika pertama dikembangkan, obat-obatan HIV harus dikonsumsi tiga kali sehari. Banyak obat yang memiliki ketentuan sulit mengenai penyimpanan, atau jenis makanan apa yang harus dikonsumsi berbarengan dengan obat tersebut (atau juga seberapa lama anda harus menunggu setelah makan sebelum minum obat). Namun kini kenyataan ARV telah jauh lebih baik. Namun tetap saja muncul banyak mitos:
- Mitos: Anda harus meminum obat persis tiap 12 (atau 8, atau 24) jam.
- Kenyataan: Medikasi moderen cukup longgar. Walau kadar obat dalam darah akan paling konsisten jika diminum secara reguler setiap harinya, obat tersebut tidak akan berhenti bekerja bila anda telat lebih dari satu atau dua jam. Namun orang yang mengkonsumsi Crixivan® (indivanir) tanpa ritonavir harus sangat berhati-hati mengenai waktu ini.
- Mitos: Anda harus mengkonsumsi 100% dosis anda tepat waktu atau obat akan tidak efektif.
- Kenyataan: Sangatlah penting untuk mengkonsumsi obat-obatan AIDS secara tepat. Pada dasarnya, bila anda kelewatan lebih dari 5% dari dosis anda, HIV menjadi lebih mudah untuk menjadi resisten dan kemungkinan untuk bereplikasi menjadi lebih besar walaupun anda mengkonsumsi ARV. Namun demikian, 100% kepatuhan sangatlah tidak mungkin bagi kebanyakan orang. Cobalah yang terbaik dan pastikan dokter anda mengetahui apa yang terjadi.
- Mitos: Obat-obatan masa kini sedemikian kuatnya, anda dapat berhenti sejenak mengkonsumsi obat (libur obat) tanpa ada masalah.
- Kenyataan: Sejak obat-obatan AIDS pertama kali dikembangkan, para pasien telah ingin berhenti mengkonsumsinya dengan alasan efek samping atau karena hal itu mengingatkan mereka akan penyakit AIDS yang dideritanya. Telah banyak penelitian mengenai "jeda pengobatan" dan keseluruhannya menunjukkan bahwa dengan menghentikan ARV akan menimbulkan masalah. Anda akan memberi kesempatan virus untuk bereplikasi atau jumlah sel CD4 anda dapat anjlok, suatu tanda kerusakan kekebalan.
- Mitos: Obat AIDS adalah racun dan lebih berbahaya daripada virus HIV.
- Kenyataan: Ketika obat AIDS pertama kali tersedia, obat-obatan tersebut tidak sebagus obat-obatan masa kini. Orang tetap dapat meninggal akibat keadaan yang berhubungan dengan AIDS. Benar bahwa beberapa orang mengalami efek samping yang sangat berat dari medikasi AIDS, namun tingkat kematian akibat AIDS di Amerika telah turun hingga 80% berkat obat-obatan tersebut. Para peneliti bekerja sangat keras untuk membuat pengobatan HIV lebih mudah dan aman untuk dikonsumsi.
[Sumber: AIDS InfoNet]







