Pengobatan untuk anak

Walau telah banyak kemajuan dalam pencegahan HIV dari ibu-ke-anak, masih ada sejumlah kecil anak-anak yang terlahir dengan infeksi HIV. 95% dari anak-anak yang terinfeksi HIV diidentifikasi dengan tes darah yang disebuh HIV PCR dalam usia satu bulan. Hasil HIV PCR yang negatif tidak akan dikonfirmasi hingga bayi tersebut berusia 3-6 bulan dan telah menerima hasil negatif pada dua atau tiga tes PCR yang berbeda. Dokter anak biasanya akan memeriksa antibodi HIV dari ibu telah benar-benar hilang dengan tes darah pada bulan ke 12-18.

Bayi dapat diberi terapi anti-HIV seperti AZT atau nevirapine hingga usia enam minggu setelah kelahiran. Pengobatan ini bertujuan untuk mencegah penularan dari ibu-ke-anak.

 

Sistim kekebalan tubuh anak

Sel-sel CD4 adalah sel kekebalan tubuh yang ditularkan dan dihancurkan HIV, dan jumlah CD4 secara kasar mencerminkan kondisi sistim kekebalan tubuh. Anak-anak yang sehat biasanya memiliki jumlah CD4 yang lebih tinggi daripada orang dewasa. Pada orang dewasa, jumlah CD4 di bawah 250-350 berarti anda berisiko sakit. Pada anak-anak di atas 5-6 tahun, hal yang sama juga berlaku, tapi pada anak-anak yang lebih muda dan tidak terinfeksi, jumlah CD4 akan lebih tinggi dan lebih bervariasi. Anak-anak yang sangat muda dapat jatuh sakit walau dengan jumlah CD4 setinggi 1000-2000.

Persentase CD4 juga digunakan untuk menentukan kekebalan tubuh anak. Ini mengukur jumlah sel CD4 dalam proporsi keseluruhan sel sistem kekebalan. Bila persentase CD4 seorang anak di bawah 25%, telah terjadi kerusakan kekebalan. Kerusakan yang parah diindikasikan dengan tingkat di bawah 15%, dan risiko sakit menjadi lebih tinggi.

 

Viral load bayi dan anak

Viral load biasanya sangat tinggi (mis. 200,000 kopi/ml) dalam tahun pertama kehidupan. Namun hal ini tidak berarti anak tersebut akan jatuh sakit. Viral load akan berangsur-angsur turun pada anak usia satu hingga lima tahun. Sebelum mengatakan turunnya viral load berkat efek pengobatan anti-HIV, perlu ditimbangkan juga penurunan alamiah ini (sekitar 0.6 log per tahun).

 

Pengobatan pada bayi

Pedoman tentang penjadwalan dan penggunaan pengobatan anti-HIV pada bayi dan anak berbeda-beda. Beberapa dokter percaya pengobatan harus dilakukan begitu infeksi HIV dikonfirmasi. Dokter lain lebih cenderung menunda pengobatan - sebagian karena kekhawatiran akan tuntutan kombinasi obat terhadap anak kecil dan pengasuhnya - dan memonitor secara dekat.

Vaksinasi anak yang biasanya dapat diberikan dengan aman kepada bayi dan anak yang terinfeksi HIV. Septrin (co-trimoxazole) untuk mencegah PCP dianjurkan ketika bayi berusia satu bulan. Pengobatan berlangsung terus hingga bayi dipastikan tidak terinfeksi HIV, atau hingga anak berusia satu tahun dan tes-tes yang dilakukan mengindikasikan kerusakan yang tidak parah. Profilaksis PCP dapat dilanjutkan bahkan setelah jumlah CD4 aman karena akan membantu menghindari infeksi telinga dan dada yang lebih sering terjadi pada anak-anak dengan HIV.

 

Pengobatan pada anak

Terapi anti-HIV sering dianjurkan bila anak mengalami jumlah dan persentase CD4 yang rendah atau semakin berkurang bagi kelompok usianya; viral load yang tinggi atau semakin tinggi; atau bila anak mengalami gejala. Pada anak pengobatan dengan obat-obatan anti-HIV seringkali tidak efektif mengurangi viral load HIV dalam darah, tidak seperti pada orang dewasa. Hal ini mungkin karena viral load anak biasanya sangat tinggi. Contohnya, terapi kombinasi tiga obat, yang biasanya mampu menurunkan viral load hingga di bawah 500 pada orang dewasa, mungkin hanya 40% anak yang akan mencapainya.

Memang ada bukti bahwa kombinasi empat obat lebih mungkin menurunkan viral load hingga tingkat tidak terdeteksi pada anak. Namun, membuat anak mengkonsumsi sirup dan pil secara berkala tidaklah mudah. Hal ini lebih mungkin menjadikan pengobatan tidak efektif dan menjadikan resisten.

 

Pilihan pengobatan

Nukleosida analog AZT, d4T, 3TC ddl, dan abacavir tersedia untuk pengobatan anak usia lebih dari tiga bulan. Protease inhibitor lopinavir/ritonavir dan ritonavir tersedia untuk anak usia lebih dari dua tahun, nelfinavir dapat digunakan untuk anak usia lebih dari tiga tahun, dan fosamprenavir dan indinavir dapat diberikan untuk anak usia lebih dari empat tahun. NNRTI nevirapine juga tersedia dalam bentuk cair (tapi tidak di Indonesia) untuk anak usia lebih dari dua bulan dan efavirenz untuk anak usia lebih dari tiga tahun atau dengan berat badan lebih dari 10kg.

[Sumber: aidsmap.com]