Perkembangan HIV
HIV merupakan penyakit "spektrum": mereka yang terinfeksi memiliki penyakit yang sama, namun mengalami tingkatan yang berbeda-beda. AIDS merupakan nama yang diberikan kepada tingkatan yang paling parah. Pada tahap yang lebih awal, orang-orang itu HIV-positif, artinya mereka memiliki hasil tes positif pada tes antibodi HIV namun tidak memiliki gejala penyakit yang membahayakan jiwa. Apabila dibiarkan tanpa pengobatan, kebanyakan orang akan mengalami peningkatan menuju AIDS.
Penyakit HIV dapat berkembang dengan cepat ataupun lambat. Berbagai penelitian telah menilik seberapa cepat penyakit ini berkembang apabila dibiarkan tanpa pengobatan. Kebanyakan berkesimpulan bahwa separoh dari jumlah orang dengan HIV akan mengalami AIDS dalam waktu 10 tahun bila dibiarkan tanpa pengobatan. Sekitar tiga dari empat orang (75%) akan mencapai tahap AIDS pada tahun ke 15.
Penelitian-penelitian ini menyimpulkan bahwa HIV merupakan penyakit progresif yang akan mengakibatkan penyakit bergejala (symptomatic illness) pada kebanyakan orang seiring dengan waktu. Anak-anak yang dilahirkan dengan HIV dan orang yang terinfeksi melalui transfusi darah tampaknya lebih cepat menjadi sakit. Penelitian memperkirakan bahwa ketika perempuan memiliki akses dan secara aktif mencari perawatan dan monitoring berkala, tingkat perkembangan mereka serupa atau mungkin lebih lamban daripada laki-laki. Penelitian-penelitian yang mengikutsertakan orang dengan hemofilia hasilnya tidak konklusif.
Mengapa orang yang berbeda mengalami perkembangan penyakit yang berbeda juga? Hal ini masih belum ada kesimpulannya. Mungkin karena adanya perbedaan pada jenis HIV yang masuk ke tubuh seseorang. Banyak juga yang percaya hal tersebut dipengaruhi perbedaan genetik manusia. Sementara lainnya mengira gaya hidup orang juga mempengaruhi.
[Sumber: Project Inform]





