Resistensi Obat

HIV "resisten" terhadap obat apabila ia terus bereplikasi dengan cepat meskipun anda terus mengkonsumsi obat. Perubahan (mutasi) pada virus menyebabkan resistensi.

HIV bermutasi hampir setiap kali replikasi baru terbentuk. Tidak semua mutasi menyebabkan resistensi. Virus "tipe ganas" merupakan bentuk paling umum HIV. Bentuk lain daripada tipe ganas ini dianggap sebagai mutasi.

Obat antiretroviral tidak akan mengendalikan virus yang resisten terhadapnya. Ia dapat "menghindari" obat tersebut. Bila anda tetap mengkonsumsi obat tersebut, virus resisten inilah yang akan bereplikasi paling cepat. Ini yang disebut dengan "tekanan selektif".

Bila anda berhenti mengkonsumsi obat, tidak ada tekanan selektif. Virus tipe ganas akan bereplikasi paling cepat. Walaupun tes mungkin tidak mendeteksi adanya resistensi obat, ia mungkin akan kembali bila anda menggunakan kembali obat yang sama.

Tes resistensi membantu dokter menentukan pengobatan yang paling tepat bagi pasien mereka. 

 

Bagaimana terjadinya resistensi?

Biasanya HIV menjadi resisten ketika ia tidak secara keseluruhan dikendalikan oleh obat yang dikonsumsi seseorang. Namun, makin banyak orang yang terinfeksi HIV yang telah resisten terhadap satu atau lebih obat anti-HIV.

Semakin banyak HIV bereplikasi, semaik banyak mutasi yang muncul. Mutasi-mutasi ini terjadi tidak sengaja. Virus tidak dapat "mengetahui" mutasi apa yang akan resisten terhadap obat.

Satu mutasi saja dapat mengakibatkan HIV resisten terhadap beberapa jenis obat. Hal ini benar untuk 3TC (Epivir) dan non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI). Namun HIV harus melalui serangkaian mutasi untuk mengembangkan resistensi terhadap obat-obatan lain, termasuk sebagian besar protease inhibitor. 

Cara terbaik untuk mencegah terjadinya resistensi adalah dengan mengendalikan HIV dengan mengkonsumsi medikasi antiretroviral yang ampuh. Bila anda kehilangan beberapa dosis pengobatan anda, HIV akan lebih mudah bereplikasi. Lebih banyak mutasi akan terjadi. Beberapa darinya dapat menyebabkan resistensi.

Bila anda harus menghentikan obat-obatan antiretroviral apapun, konsultasi dengan dokter anda. Anda mungkin harus menghentikan obat tertentu lebih awal daripada yang lain. Bila anda menghentikan konsumsi obat selagi virus dibawah kendali, anda seharusnya dapat mengkonsumsinya kembali. 

 

Resistensi silang

Terkadang sebuah versi mutan HIV resisten terhadap lebih dari satu obat. Bila ini terjadi, obat tersebut disebut "resistensi silang". Contohnya, kebanyakan HIV yang resisten terhadap nevirapine (Viramune) juga resisten terhadap efavirenz (Sustiva). Hal ini berarti nevirapine dan efavirenz resisten silang.

Resisten silang sangat penting ketika anda ingin merubah medikasi. Anda harus memilih obat baru yang tidak resisten silang terhadap obat yang telah anda konsumsi sebelumnya.

Kita tidak sepenuhnya mengerti resistensi silang. Namun, banyak obat paling tidak sebagian resistensi silang. Saat HIV mengembangkan lebih banyak mutasi, ia makin sulit untuk dikendalikan. Konsumsi setiap dosis medikasi antiviral anda sesuai dengan ketentuan. Hal ini akan mengurangi risiko resistensi dan resistensi silang. Dan akan memberi anda lebih banyak pilihan untuk mengubah obat di masa mendatang.

[Sumber: TheBody.com

Trackback URL for this post:

http://www.odhaindonesia.org/trackback/10