Toksoplasmosis
Toksoplasmosis (tokso) adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit hidup dalam organisme hidup lain (induknya) dan mengambil semua nutrisi dari induknya.
Parasit tokso sangat umum ditemukan pada tinja kucing, sayuran mentah dan tanah. Kuman ini juga umumnya ditemu dalam daging mentah, terutama daging babi, kambing dan rusa. Parasit tersebut dapat masuk ke tubuh waktu anda menghirup debu. Hingga 50 persen penduduk terinfeksi tokso. Sistim kekebalan tubuh yang sehat dapat mencegah agar tokso tidak mengakibatkan penyakit ini. Tokso tampaknya tidak menular dari manusia ke manusia.
Penyakit yang paling umum diakibatkan tokso adalah infeksi pada otak (ensefalitis). Tokso juga dapat menginfeksikan bagian tubuh lain. Tokso dapat menyebabkan koma dan kematian. Risiko tokso paling tinggi waktu jumlah CD4 di bawah 100.
Gejala pertama tokso termasuk demam, kekacauan, kepala nyeri, disorientasi, perubahan pada kepribadian, gemetaran dan kejang-kejang. Tokso biasanya didiagnosis dengan tes antibodi terhadap T. gondii.
Perempuan hamil dengan infeksi tokso juga dapat menularkannya pada bayinya.
Tes antibodi tokso menunjukkan apakah anda terinfeksi tokso. Hasil positif bukan berarti anda menderita penyakit ensefalitis tokso. Namun, hasil tes negatif berarti anda tidak terinfeksi tokso.
Pengamatan otak (brain scan) dengan computerized tomography (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI scan) juga dipakai untuk mendiagnosis tokso. CT scan untuk tokso dapat mirip dengan pengamatan untuk infeksi oportunistik yang lain. MRI scan lebih peka dan mempermudah diagnosis tokso.
Bagaimana cara mengobati tokso?
Tokso diobati dengan kombinasi pirimetamin dan sulfadiazin. Kedua obat ini dapat melalui sawar-darah otak. Parasit tokso membutuhkan vitamin B untuk hidup. Pirimetamin menghambat pemerolehan vitamin B oleh tokso. Sulfadiazin menghambat pemakaiannya. Dosis normal obat ini adalah 50-75mg pirimetamin dan 2-5g sulfadiazin per hari.
Kedua obat ini mengganggu ketersediaan vitamin B dan dapat mengakibatkan anemia. Orang dengan tokso biasanya memakai kalsium folinat (semacam vitamin B) untuk mencegah anemia.
Kombinasi obat ini sangat efektif terhadap tokso. Lebih dari 80 persen orang menunjukkan perbaikan dalam 2-3 minggu.
Tokso biasanya kambuh setelah peristiwa pertama. Orang yang pulih dari tokso seharusnya terus memakai obat antitokso dengan dosis pemeliharaan yang lebih rendah. Jelas orang yang mengalami tokso sebaiknya mulai terapi antiretroviral (ART) secepatnya, dan bila CD4 naik di atas 200 lebih dari enam minggu, terapi tokso sudah diselesaikan dan bila tidak ada gejala tokso lagi, terapi pemeliharaan tokso dapat dihentikan.
Bagaimana cara memilih pengobatan tokso?
Jika anda didiagnosis tokso, dokter anda kemungkinan akan meresepkan pirimetamin dan sulfadiazin. Kombinasi ini dapat menyebabkan penurunan pada jumlah sel darah putih, dan masalah ginjal. Juga sulfadiazin adalah obat sulfa. Hampir separo orang yang memakainya mengalami reaksi alergi. Ini biasanya ruam kulit, kadang-kadang demam.
Reaksi alergi dapat ditangani dengan proses desensitisasi. Pasien mulai dengan dosis obat yang sangat rendah, dan dosis ditingkatkan berangsur-angsur sehingga mereka dapat menahan dosis penuh.
Orang yang tidak tahan terhadap obat sulfa dapat memakai klindamisin untuk mengganti sulfdiazin dalam kombinasi.
Apakah tokso dapat dicegah?
Cara terbaik untuk mencegah tokso adalah dengan menggunakan obat anti-HIV yang manjur.
Kita dapat dites untuk mengetahui apakah anda terinfeksi tokso. Jika belum terinfeksi, anda dapat mengurangi risiko infeksi dengan menghindari memakan daging atau ikan mentah, dan memakai sarung tangan dan masker jika anda membersihkan kandang kucing, dan cuci tangan dengan sempurna setelahnya.
Jika jumlah CD4 anda di bawah 100, anda sebaiknya memakai obat untuk mencegah penyakit tokso aktif. Orang dengan jumlah CD4 di bawah 200 biasanya memakai kotrimoksazol untuk mencegah PCP. Obat ini juga melindungi anda dari tokso. Jika anda tidak tahan memakai kotrimoksazol, dokter anda dapat meresepkan obat lain.
Kesimpulan
Toksoplasmosis merupakan infeksi oportunistik yang serius. Jika anda belum terinfeksi tokso, anda dapat menghindari risiko terpajan infeksi dengan tidak memakan daging atau ikan mentah, dan ambil kewaspadaan lebih lanjut jika anda membersihkan kandang kucing.
Anda dapat memakai obat anti-HIV yang manjur untuk menahan jumlah CD4. Ini kemungkinan akan mencegah masalah kesehatan diakibatkan tokso. Jika jumlah CD4 anda turun di bawah 100, anda sebaiknya bicara dengan dokter tentang pemakaian obat untuk mencegah penyakit tokso.
Jika anda mengalami kepala nyeri, disorientasi, kejang-kejang, atau gejala tokso lain, anda harus langsung menghubungi dokter. Dengan diagnosis dan pengobatan dini, tokso dapat diobati secara efektif.
Jika anda mengalami penyakit tokso, sebaiknya anda terus memakai obat antitokso untuk mencegah penyakitnya kambuh.
[Sumber: Lembaran Informasi Spiritia LI517]







