hasil lab. (CD4 48 - 468 - 913) dalam 1 tahun therapy

Kami telah melakukan therapy kekebalan tubuh ( therapy Healing Herbals (H2) pada seorang pasien pria usia 40 tahun selama hampir 3 bulan ini ( 1 tahun therapy)  dengan gejala-gejala :

  • Gejal infeksi mulut/ tenggorokan yang terlihat pada warna lidah yang sudah terlihat normal kembali (gejala pertama).
  • Hasil lab. Serelogi Diagnostik Molekuler :
  • Limpfoma (pembengkakan pada leher yang sempat pecah dan mengeluarkan cairan putih, sudah menutup kembali (normal), meninggalkan bekas seperti bekas jahitan tidak ditemukan pembengkakan pada area lainnya seperti ketiak ataupun pangkal paha.
  • Cacar ungu (kaposi Sarkoma) sudah seperti warna kulit normal walaupun tidak dapat hilang (samar).
  • Herpes pada tangan sudah hilang dan tidak menyebar.
  • Iritasi kulit pada dahi, tangan dan jari2 tangan, kaki dan jari2 kaki yang terlihat hitam (kelam) sudah kembali normal.
  • Saluran pernafasan atas (sesak nafas) sudah tidak kambuh lagi, terutama ketika demam dan Sewaktu udara dingin.
  • Berat badan sebelum dinyatakan positif hiv ( sehat) 52 kg) lalu drop dan dirawat di rumah sakit selama 2 bulan berat badan turun hingga 42 kg dan  (ternyata menurut hasil lab, CD4 ABS 48), (menurut hasil lab, CD4%  4), berat badan sekarang 57 kg.
  • Limposit T Helper sangat kurang.
  • aktifitas normal.
  • ART.
  • Data photo copy hasil tes lab. terlampir.

 

  • Hasil lab. Hematologi Darah:
  • Gejala Anemia
  • Hepatitis (positif reaktif)
  • Data photo copy hasil tes lab. terlampir.

Dan tinggal menunggu hasil labolatorium untuk medical test pertama setelah melakukan therapy.

terima kasih.

Hasil Lab. tanggal 9 Pebruari 2009, setelah 4 bulan therapi :

  • (Up Date) Hasil lab. Serelogi Diagnostik Molekuler :
  • CD4 ABS  468
  • CD4 %        16
  • Limposit T Helper Normal
  • Data photo copy hasil tes lab. terlampir.

 

  • (Up Date) Hasil lab. Hematologi Darah :
  • Haemoglobin, Leukosit, Trombosit, Eritrosit, Hematokrit dalam rujukan normal

Treima kasih kami sampaikan perihal Therapy Pasien di tempat kami setelah 4 bulan terapi dengan hasil tes lab. pertama (tgl 9 Pebruari 2009) dalam 1 tahun therapy, dan persiapan standar untuk tes lab. kedua (tgl 9 May 2009).

  • (Up Date) hasil lab. Serelogi CD4 :
  • CD4 ABS 913
  • CD4 %     33

Yasar Nurma Foundation.

Trackback URL for this post:

http://www.odhaindonesia.org/trackback/440
admin's picture

Selamat, berarti perawatan

Selamat, berarti perawatan anda dapat mengendalikan HIV, tetapi bukan menyembuhkan. Semoga dapat membantu rekan-rekan odha yang lain.

anonim's picture

Screening Level

Mohon Informasinya,

Apakah di RSKO Cibubur dapat melakukan pemeriksaan NAPZA, khususnya untuk Marijuana (THC)/Cannabis dengan Screnning Level 50 ng/ml.

Terimakasih
Salam
Yudi

admin's picture

Mohon maaf, kami kurang tahu.

Mohon maaf, kami kurang tahu. Silahkan hubungi rumah sakit yang bersangkutan untuk informasi lengkapnya

yasar nurma's picture

HIV Bukanlah Causa Prima

Causa Prima adalah bahasa ilmiah untuk mengartikan Tuhan sebagai suatu sebab pertama yang tidak disebabkan lagi atau abadi sebagai hak mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar oleh nalar manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Nya.

Dan tidak menempatkan HIV sebagai Causa Prima karena causa prima adalah hak mutlak untuk menjabarkan Sang Maha Kuasa. Tidak sebanding menyatakan seolah tidak ada yang sembuh padahal ada Sang Maha Kuasa & Pencipta.

anonim's picture

Tolong

saya mau tanya apakah tes darah yang biasa itu bisa mengidentifikasi terkena Hiv?

admin's picture

Tidak bisa. HIV hanya bisa

Tidak bisa. HIV hanya bisa terdeteksi dengan tes darah HIV

yasar nurma's picture

Tubuh manusia adalah sebuah unit kesatuan

Tubuh manusia adalah sebuah unit kesatuan yang segalanya saling berhubungan dan sebagai satu organisme utuh yang terpadu.

Area-area dalam tubuh yang paling mudah diserang oleh bakteri dan virus seperti bronkus, mukosa lambung dan usus.

Jika pembuluh darah bagaikan sebuah sungai, sistem pembuluh getah bening dalam tubuh manusia bagaikan pipa pembuangan. Pembuluh getah bening memiliki fungsi penting untuk menjernihkan, menyaring dan mengangkat kelebihan air, protein dan kotoran melalui peredaran darah. D dalam pembuluh getah bening terdapat zat-zat antibody yang disebut gamma globulin yand berfungsi dalam kekebalan tubuh dan enzim yang disebut lisozim yang memiliki efek anti bakteri.

  • Dahak dan lendir di produksi dalam bronkus (yaitu pipa saluran pernapasan) dan bisa menempel pada bronkus sehingga menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan virus.
  • Mukosa lambung, di permukaan mukosa lambung terdapat tonjolan-tonjolan sangat kecil disebut vili yang memenuhi ruang-ruang di antara tonjolan vili tersebut. Banyak sel-sel yang terlibat didalam sistem kekebalan tubuh, seperti sel darah putih dan sel-sel pembunuh alami, semua diproduksi dalam vili-vili tersebut. Saat sel-sel darah putih dan sel-sel pembunuh alami ini berperang melawan benda asing seperti protein, bakteri, virus dan sel-sel kanker, sejumlah  besar radikal bebas di hasilkan dan vili laktobasilus yang merupakan bakteri baik memainkan peran aktif untuk menyingkirkan radikal bebas ini.                          
  • Terlebih lagi, apabila mukosa lambung mulai mengalami atropi (penyusutan), menyebabkan dinding lambung menjadi bertonjolan, kondisi ini hanya satu langkah sebelum timbulnya kanker lambung.
  • Dalam usus yang tidak sehat, karena otot-otot dinding usus menjadi tebal dan kaku, timbul lipatan-lipatan yang tidak merata sehingga  menyebabkan lumen (rongga usus besar) menyempit, seolah-olah ada karet gelang yang mengikatnya. Dan kotoran-kotoran stagnan yang terkumpul dalam divertikula dalam kondisi yang disebut divertikulosis yang berada dalam lipatan-lipatan itu menghasilkan racun yang menyebabkan mutasi genetis sel-sel di area tersebut dan menimbulkan polip.
  • Polip-polip itu tumbuh & pada akhirnya dapat berubah menjadi kanker lambung, tumor fibroid, hipertensi, arterios klerosis, penyakit jantung, obesitas, kanker payudara, kanker prostat dan secara perlahan tubuh di lemahkan dari dalam.

Kita semua berharap tidak akan pernah jatuh sakit atau kalaupun jatuh sakit, kita memiliki keinginan kuat untuk dapat sembuh. Jatuh sakit bukanlah hukuman yang di jatuhkan oleh Tuhan, malahan hampir semua penyakit adalah akibat dari kebiasaan-kebiasaan setiap orang yang telah terakumulasi selama beberapa waktu dan berakar dari kurangnya pengetahuan atau kurangnya pengendalian diri.

Post new comment

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.