Khawatir

Saya pergi ke tempat pijat+ 2 bulan lalu. D sana saya sempat menjilat payudara pemijatnya dan memasukkan jari tangan ke dalam vaginanya. Pemijat itu juga sempat menjilat puting saya dan menjilat skitar 2-3 kali jilatan di penis saya. Setelah itu dia memberikan memberikan handjob (dengan tangan) pada penis saya. Saya tidak melakukan hubungan badan sama sekali.

Menurut pengakuannya dia sehat dan tidak memiliki luka atau sariawan di mulut. Juga katanya pernah di tes HIV 4 bulan yg lalu. (tidak tahu apakah dia berbohong atau tidak).Dia juga mengatakan dia selalu menjaga dirinya dari penyakit dengan berhubungan seks atau oral seks hanya jika tamunya menggunakan kondom.

2 hari setelah kejadian saya pergi ke dokter kelamin dan diberikan obat antibiotik dan vitamin untuk pencegahan penyakit-penyakit kelamin.

Setelah 8 minggu dari waktu kejadian saya melakukan tes HIV dan hasilnya NOT REACTIVE, sesuai dengan rujukan pada kertas hasil lab. Selama 8 minggu itu saya sama sekali tidak melakukan kegiatan lain yg berisiko.

1. Apakah ini menjamin saya bebas dari HIV?

2. Jika kata2 pemijat itu kita abaikan,berisikokah kegiatan yg saya lakukan?

3. Apakah antibiotik dari dokter akan mempengaruhi hasil tes HIV 8 minggu tersebut?

Tolong dijawab karena saya sangat cemas dan ketakutan. Untuk bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih.

 

Trackback URL for this post:

http://www.odhaindonesia.org/trackback/466
me.manusia's picture

Semoga membantu

1. Jika hasil tes menyatakan not reactive, itu menandakan belum terdeteksinya virus HIV dalam darah anda. Hal ini bermakna 2, bisa benar2 tidak ada infeksi HIV, bisa juga ya namun belum terbentuk antibodi. Tes HIV yang memberikan kepastian adalah tes yang dilakukan minimal 3 bulan setelah perilaku beresiko.

2. Perilaku seks tidak dengan pasangan yang tetap (dalam hal ini tukang pijat) merupakan perilaku yang beresiko. Umumnya oral seks kecil kemungkinan menularkan, namun tetap beresiko. 

3. Antibiotik tersebut mungkin cocok untuk bakteri2 jenis lainnya, namun tidak untuk HIV.

Saran : Hindari perilaku beresiko di kemudian hari dan coba tes kembali setelah lebih dari 90 hari sejak perilaku beresiko terakhir.

anonim's picture

khawatir dan was2

saya baru saja pergi ke panti pijat+ dan pemijat saya melakukan oral seks kepada saya

di kemaluan saya tak ada luka ataupun lecet dan kejadian tersebut hanya sebatas dia mengoral kemaluan saya dan menjilat puting saya

tapi saya tak tahu apa dia ada sariawan atau tidak

apakah besar resiko saya tertular HIV?

apa langkah yg harus saya ambil saat ini?

admin's picture

Belum ada bukti adanya

Belum ada bukti adanya penularan HIV lewat seks oral. Agar bebas dari HIV sebaiknya anda menghindari kegiatan-kegiatan berisiko tinggi seperti seks di panti pijat.

stevo's picture

kasus agak mirip

saya sekitar bulan oktober 2010 melakukan oral sex dengan kondom di sebuah spa plus plus, memang saya tidak sampai orgasme tapi saya sungguh menjadi paranoid dgn hiv, lalu tgl 2 maret 2011 saya melakukan tes hiv di lab klinik prodia dan hasilnya non reaktif 0.39, apakah hasil ini sungguh valid?, soalnya saya browsing2 ada yg bilang windows period bisa dari 3-6 bulan?, saya perlu tes lagi sebaiknya atau ridak?, terima kasih apabila mau memberikan informasi.

Post new comment

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image. Ignore spaces and be careful about upper and lower case.